Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kian tidak terbendung. Amukan si jago merah kini dilaporkan terus meluas hingga mendekati kawasan destinasi wisata Puncak B-29 di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.
Hingga Jumat, kobaran api terpantau sudah menembus Blok Jantur dan berjarak sekitar 4 kilometer dari perbatasan Lumajang. Data terhimpun mencatat, sedikitnya 125 hektare kawasan hutan TNBTS telah hangus terbakar dan belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Advertisement
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Lumajang, Isnugroho, mengonfirmasi bahwa titik api memang terus bergerak, tetapi dipastikan belum menyentuh area permukiman.
"Titik api per hari ini masih terlihat di perbatasan memasuki Blok Jantur dan berjarak sekitar 4 kilometer menuju wilayah Lumajang. Petugas terus bersiaga melokalisasi api agar tidak meluas ke destinasi Puncak B-29 maupun permukiman," ujar Isnugroho, Sabtu (8/8/2026).
Guna menahan laju kebakaran agar tidak kian meluas ke wilayah berisiko tinggi, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Lumajang, Malang, Probolinggo, Balai Besar TNBTS, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Ngadas menerapkan strategi ganda, yaitu, pemadaman langsung (direct attack) dan pembuatan sekat bakar (firebreak).
Satu regu Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lumajang juga telah diterjunkan ke garis depan untuk memperkuat pemantauan dan penyekatan di area perbatasan.
"Sekat bakar ini menjadi benteng vital untuk melindungi kawasan wisata, lahan pertanian produktif, serta pemukiman warga dari serbuan api," tambahnya
BPBD Lumajang mengimbau warga setempat maupun wisatawan di sepanjang jalur B-29 untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra dan tidak melakukan aktivitas apa pun yang berpotensi memicu munculnya titik api baru.