Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal melesat pada perdagangan saham Jumat, (7/8/2026). IHSG hari ini berpotensi naik ke 6.403-6.420. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?
IHSG melemah 0,12% ke 6.343, dan muncul adanya tekanan jual pada perdagangan saham Kamis, 6 Agustus 2026.
Advertisement
Dalam riset PT MNC Sekuritas menyebutkan, saat ini, posisi IHSG berada pada bagian awal dari wave v dari wave © dari wave [iv]. Hal itu berarti IHSG berpeluang menguat dengan target 6.403-6.420. “Cermati akan adanya potensi pembalikan arah dalam jangka pendek ke rentang 6.251-6.303,” demikian seperti dikutip dari MNC Sekuritas.
Adapun IHSG akan berada di level support 6.201,6.029 dan level resistance 6.377,6.454 pada Jumat pekan ini.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, MNC Sekuritas memilih saham PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Petrosea Tbk (PTRO), dan PT Surya Internusa Semesta Tbk (SSIA).
Rekomendasi Teknikal
Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:
1.PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) - Buy on Weakness
Saham BNBR menguat 3,96% ke 105 dan disertai dengan peningkatan volume pembelian, tetapi penguatan BNBR tertahan oleh cluster MA60 dan MA200. “Kami memperkirakan, posisi BNBR sedang berada di awal wave [iii] dari wave C,” demikian seperti dikutip dari riset MNC Sekuritas.
Buy on Weakness: 98-104
Target Price: 120, 129
Stoploss: below 94
2.PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) - Buy on Weakness
Saham MEDC terkoreksi 1,90% ke 1.290 dan masih didominasi oleh tekanan jual, tetapi koreksinya masih mampu tertahan MA20. “Kami memperkirakan, posisi MEDC saat ini berada pada bagian dari wave [c] dari wave B,” demikian seperti dikutip dari riset MNC Sekuritas.
Buy on Weakness: 1.165-1.225
Target Price: 1.425, 1.505
Stoploss: below 1.120
Rekomendasi Teknikal Lainnya
3.PT Petrosea Tbk (PTRO) - Buy on Weakness
Saham PTRO menguat 7,89% ke 5.125 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian. Pihaknya perkirakan, posisi PTRO saat ini berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C.
Buy on Weakness: 4.910-4.990
Target Price: 5.500, 5.725
Stoploss: below 4.570
4.PT Surya Internusa Semesta Tbk (SSIA) - Buy on Weakness
Saham SSIA terkoreksi 0,90% ke 1.655 dan didominasi oleh tekanan jual, namun koreksinya masih tertahan oleh MA20. Saat ini, posisi SSIA diperkirakan berada pada bagian awal dari wave 3 dari wave (C).
Buy on Weakness: 1.615-1.650
Target Price: 1.790, 1.890
Stoploss: below 1.555
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Penutupan IHSG pada 6 Agustus 2026
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah melemah tipis pada perdagangan saham Kamis, (6/8/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham tertekan dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) meninggalkan 18.000.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup turun 0,12% menjadi 6.343,71. Indeks saham LQ45 merosot 0,49% menjadi 630,85. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.
Pada perdagangan Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.388,20 dan level terendah 6.324,06. Sebanyak 337 saham melemah sehingga bebani IHSG. 265 saham menguat dan 192 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 2.676.466 kali dengan volume perdagangan saham 54,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 18,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.909.
Dari 11 sektor saham memerah, empat sektor saham menghijau. Sektor saham energi naik 1,43%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham industri bertambah 0,86%, sektor saham transportasi mendaki 0,59% dan sektor saham consumer siklika menguat 0,12%. Di sisi lain sektor saham basic melemah 0,22%, sektor saham consumer nonsiklikal terpangkas 0,28%, sektor saham kesehatan merosot 0,48%. Lalu sektor saham keuangan susut 0,24%, sektor saham properti merosot 0,70%, sektor saham teknologi turun 0,40%, sektor saham infrastruktur terpangkas 0,08%.