Catat, Ini 3 Kekurangan Browser Safari yang Perlu Diperhatikan

Sebelum memutuskan beralih menggunakan peramban (browser) Safari, ketahui dulu tiga kekurangan ini.

oleh Aisyah Mustika ZamaniDiterbitkan 09 Agustus 2026, 06:21 WIB
Apple perkenalkan fitur privasi di Safari lebih baik ketimbang Google Chrome dan kawan-kawan. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Liputan6.com, Jakarta - Peramban (browser) Safari, kini hanya tersedia di produk Apple, sehingga tidak ada lagi di Windows. Safari dikenal karena hemat daya, terintegrasi ke Apple dengan baik, serta proteksi privasi ketat.

Jika kamu berencana beralih ke Safari, sebaiknya pertimbangkan tiga kekurangan ini karena akan memengaruhi alur kerja. Misalnya, Safari hanya tersedia di Apple sehingga tidak bisa melakukan sinkronisasi jika kamu memiliki perangkat non-Apple.

1. Ekstensi Terbatas

Mengutip BGR, Minggu (9/8/2026), meskipun Safari mendukung ekstensi di berbagai perangkat Apple, namun pilihannya terbatas jika dibandingkan dengan Chrome dan Firefox. Selain itu, tidak ada cara untuk melihat versi lengkapnya.

Terlebih lagi, ekstensi Safari tercampur di App Store umum, sehingga saat mencari, bisa sangat menyusahkan karena akan bermunculan aplikasi lain kecuali mengetik kata kunci lebih spesifik di kolom pencarian.

Namun, karena ekstensi Safari tersedia melalui App Store, sehingga Apple sudah menyaring ekstensi yang mencurigakan. Meskipun demikian, jika kamu menggunakan ekstensi tertentu, ada baiknya cek terlebih dahulu apakah ekstensi tersebut ada di Safari guna menghindari hal-hal tak terduga.

 

2. Pembaruan Safari Terbatas

Berbeda dengan browser lain, di mana diperbarui secara mandiri dari platform-nya, perilisan dan pembaruan Safari jadi satu dengan pembaruan macOS. Hal ini juga berlaku pada Safari untuk Mac, iPad, atau vision Pro. Oleh karena itu, Safari seringkali terlambat mendapatkan fitur baru.

Selain itu, kamu tidak bisa menyesuaikan tampilan sesuai gaya kamu, karena opsi kustomisasi terbatas pada Safari di Mac.

Sebagai contoh, Safari tidak memberikan tema khusus dan hanya mengikuti tema bawaan dari sistem yaitu mode terang atau gelap. Fitur lain seperti vertical tab atau split view juga tidak ada di Safari.

 

3. Minim Kompatibilitas

Sebagai web browser terdepan, Chrome menjadi standar utama bagi para pengembang untuk menguji kompatibilitas situs web dan aplikasi web.

Situs web perusahaan internal, alat B2B lama, atau web kecil kadang mengalami masalah ketika dibuka di Safari, sehingga kerap muncul saran untuk menggunakan Chrome demi penggunaan lebih lancar.

Walaupun Safari memiliki fitur Web Inspector bawaan, kemampuannya masih terbilang terbatas jika dibandingkan dengan Chrome. Selain itu, Safari juga membatasi standar web tertentu demi keamanan dan privasi, khususnya terkait akses ke perangkat keras lokal.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya