Iran-Oman Capai Kesepakatan Terkait Pelayaran Selat Hormuz

Iran dan Oman telah menyepakati koordinat geografis untuk rute pelayaran Selat Hormuz.

oleh Septian DenyDiterbitkan 06 Agustus 2026, 12:38 WIB
Dalam foto yang dirilis pada hari Rabu, 2 Agustus 2023 oleh Sepahnews dari Garda Revolusi Iran, speedboat Garda berpartisipasi dalam latihan di Teluk Persia. Militer AS sedang mempertimbangkan untuk menempatkan personel bersenjata di kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz, dalam tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang bertujuan untuk menghentikan Iran dari menyita dan mengganggu kapal-kapal sipil, empat pejabat Amerika mengatakan kepada The Associated Press pada hari Kamis, 3 Agustus 2023. (Sepahnews via AP)

Liputan6.com, Teheran - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan Iran dan Oman tengah merampungkan pernyataan bersama terkait pembentukan jalur pelayaran yang aman di Selat Hormuz. Dokumen tersebut disusun berdasarkan sejumlah poin utama yang telah disepakati kedua negara selama proses perundingan.

Dikutip dari IRNA, Kamis (6/8/2026), dalam keterangannya kepada wartawan pada Rabu, Baqaei menjelaskan perkembangan terbaru pembicaraan antara Teheran dan Muscat mengenai jalur perairan strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia itu.

Menurut Baqaei, Iran dan Oman sebagai dua negara yang berada di pesisir Selat Hormuz telah menyepakati koordinat geografis untuk rute pelayaran di kawasan tersebut.

Ia menambahkan, pernyataan bersama kini memasuki tahap akhir peninjauan dan penyusunan, selama tidak ada campur tangan dari pihak luar yang dapat mengganggu proses tersebut.

Ia juga mengungkapkan bahwa Teheran dan Muscat telah menggelar pembicaraan selama dua bulan untuk membentuk jalur pelayaran komersial yang aman melalui Selat Hormuz. Selama proses itu, otoritas terkait di Iran menelaah berbagai aspek teknis, hukum, keamanan, dan lingkungan dari usulan tersebut.

Meski demikian, Baqaei menegaskan bahwa kesepahaman bilateral antara Iran dan Oman saja tidak cukup untuk menjamin keamanan pelayaran di jalur strategis tersebut.

Menurutnya, situasi keamanan masih berkaitan dengan blokade Amerika Serikat yang sedang berlangsung, serta berbagai tindakan agresif dan ancaman lain yang ditujukan terhadap Iran dan kepentingannya.

 

Penutupan Selat Hormuz

Dua anak laki-laki bermain di perairan dangkal di lepas pantai Bandar Abbas, Iran, dengan latar kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz, Selasa (30/6/2026). (Dok. Amirhosein Khorgooi/ISNA via AP)

Baqaei juga menyinggung konsekuensi berbahaya dari tindakan Amerika Serikat terhadap kawasan secara keseluruhan. Ia kembali menegaskan bahwa penutupan Selat Hormuz merupakan akibat dari agresi militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan rezim Israel terhadap Iran.

Menanggapi pertanyaan lain mengenai laporan yang menyebut kemungkinan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi atau Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf akan mengunjungi Pakistan atau Qatar pekan ini, Baqaei membantah spekulasi tersebut. Ia menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada rencana kunjungan seperti itu.

Meski demikian, Baqaei mengatakan Pakistan dan Qatar terus melakukan upaya untuk meredakan ketegangan. Menurutnya, Republik Islam Iran juga terus menjalin komunikasi dengan kedua negara tersebut dan saling bertukar pandangan mengenai perkembangan terbaru.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya