Liputan6.com, Jakarta - Seorang asisten rumah tangga (ART) berinisial LD (23) diduga disekap di sebuah rumah di kawasan Perumahan Artha Gading Villa, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Korban mengaku tidak bisa meninggalkan rumah setelah kartu tanda penduduk (KTP)-nya ditahan dan diminta menyerahkan sejumlah uang.
Advertisement
Korban lapor polisi melalui layanan Hotline 110 pada Selasa (4/8/2026) siang. Polisi kemudian menindaklanjuti laporan dengan mendatangi lokasi kejadian.
"Kami menerima laporan dugaan penyekapan melalui layanan Hotline 110 pada Selasa siang," kata Kanit Reskrim Polsek Kelapa Gading AKP Kiki Tanlim di Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Kiki mengatakan, korban merupakan warga Cianjur, Jawa Barat, yang datang ke Jakarta untuk bekerja sebagai ART melalui jasa penyalur.
Menurut dia, korban mengaku ingin mengundurkan diri setelah mengetahui pekerjaan yang diterimanya tidak sesuai dengan kesepakatan awal.
"Jadi, pekerjaan yang dijanjikan oleh penyalur tidak sesuai, dan korban ingin keluar atau tidak jadi bekerja sebagai ART," ujar Kiki.
Namun, saat hendak keluar dari rumah tersebut, KTP korban diduga ditahan. Korban juga diminta mengganti uang sebesar Rp 1,5 juta yang sebelumnya telah diberikan pemilik rumah kepada pihak penyalur.
Merasa tertekan dengan kondisi tersebut, korban kemudian menghubungi layanan Hotline 110 untuk meminta bantuan kepolisian. Petugas yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi.
Korban Dapat Loker Lewat Medsos
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi mengetahui korban memperoleh informasi lowongan kerja melalui Facebook. Setelah berkomunikasi dengan penyalur ART di kawasan Cipinang, Jakarta Timur, korban berangkat dari Cianjur menggunakan travel dan tiba di lokasi kerja pada Senin (3/8/2026).
Setelah menerima laporan, polisi meminta keterangan dari sejumlah saksi. Korban kemudian dibawa ke Polsek Kelapa Gading dan dipertemukan dengan pihak penyalur serta pemberi kerja untuk menjalani proses mediasi.
"Kami lakukan mediasi untuk persoalan tersebut," kata Kiki.