Mitsubishi Fuso Ungkap Cara Baru Cegah Truk Berhenti Beroperasi

Mitsubishi Fuso di Indonesia, memperkenalkan ekosistem layanan Next Generation Zero Down Time (ZDT) pada ajang GIIAS 2026

oleh Septian PamungkasDiterbitkan 06 Agustus 2026, 10:07 WIB
Mitsubishi Fuso menampilkan sederet lini produk andalannya di Giicomvec 2024. (Liputan6.com/Arief Aszhari)

Liputan6.com, Jakarta - PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor resmi kendaraan niaga Mitsubishi Fuso di Indonesia, memperkenalkan ekosistem layanan Next Generation Zero Down Time (ZDT) pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.

Inovasi ini menjadi jawaban atas tantangan sektor logistik, pertambangan, hingga perkebunan yang sangat bergantung pada operasional kendaraan niaga.

Sebab, setiap armada yang berhenti beroperasi atau mengalami downtime tidak hanya menjadi persoalan teknis, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian bisnis akibat terganggunya distribusi dan produktivitas.

Melalui Next Generation Zero Down Time, Mitsubishi Fuso menghadirkan sistem layanan purnajual berbasis teknologi yang dirancang untuk menjaga armada konsumen tetap beroperasi secara optimal sekaligus menekan biaya operasional.

Konsep Zero Down Time sendiri telah diperkenalkan Mitsubishi Fuso sejak 2015. Awalnya, layanan ini berfokus pada penanganan darurat saat kendaraan mengalami gangguan.

Kini, konsep tersebut berkembang menjadi sistem pemeliharaan yang lebih komprehensif dengan dukungan teknologi digital.

Salah satu pembaruan utamanya adalah implementasi Runner Telematics, sistem pemantauan kendaraan secara real-time yang mampu mendeteksi potensi kerusakan sebelum berkembang menjadi masalah serius.

Dengan pemantauan tersebut, perusahaan dapat melakukan tindakan preventif sehingga waktu kendaraan berhenti beroperasi dapat diminimalkan sekaligus membantu menekan Total Cost of Ownership (TCO).

Selain telematika, Mitsubishi Fuso juga menempatkan dedicated on-site Advisor yang bertugas langsung di lokasi operasional pelanggan fleet. Kehadiran tenaga ahli di area kerja konsumen memungkinkan proses diagnosis dan penanganan masalah dilakukan lebih cepat.

Untuk memperkuat layanan purnajual, Mitsubishi Fuso juga memperluas hub suku cadang regional yang berada di dekat kawasan industri utama. Langkah ini bertujuan meningkatkan ketersediaan komponen, termasuk suku cadang dengan kategori medium maupun slow moving.

Perusahaan juga menghadirkan fitur Geofence Clock In & Clock Out yang memberikan transparansi waktu pengerjaan servis secara lebih akurat.

Seluruh layanan tersebut didukung jaringan aftersales Mitsubishi Fuso yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, meliputi 19 Bengkel 24 Jam Non-Stop yang beroperasi sepanjang tahun, 135 unit Mobile Workshop Service (MWS), dan 22 Parts Depo di berbagai daerah.

Tidak hanya itu, Mitsubishi Fuso juga menawarkan program ASS Tailor-Made, yakni layanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional masing-masing pelanggan.

Program tersebut mencakup pengembangan bengkel milik konsumen sesuai standar Mitsubishi Fuso hingga penerapan Fuel Cleaning System sebagai langkah antisipasi penggunaan bahan bakar B50.

Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), Aji Jaya, mengatakan bahwa Zero Down Time kini bukan lagi sekadar slogan layanan purnajual.

"Dengan dukungan jaringan layanan terluas, tenaga ahli di lapangan, dan pemantauan telematika yang makin pintar, Mitsubishi Fuso siap terus menjadi Andalan Bisnis Sejati di era transformasi digital industri kendaraan niaga," ujar Aji di sela GIIAS 2026.

 

Kerusakan Berat Jadi Tantangan di Area Tambang

Menurutnya, tantangan terbesar dalam menjaga uptime kendaraan justru datang dari sektor pertambangan yang memiliki karakter operasional sangat berat.

"Kalau paling besar pastinya ada di mining, karena kerjanya berat, bisa satu kali 24 jam dan dia kerja overload. Itu pasti karena dia tidak ke-detect. Di site-site yang di dalam plantation atau mining, mungkin muatannya bisa sesuka-suka mereka," kata Aji.

Ia menjelaskan, kendaraan yang dipaksa bekerja melebihi kapasitas memiliki risiko kerusakan jauh lebih tinggi.

"Artinya mobil disuruh kerja di luar kemampuannya. Jadi pasti potensi rusaknya tinggi. Masalahnya, kalau operasionalnya jauh dari dealer, itu butuh waktu untuk penanganannya. Biasanya dia butuh 3-4 jam dari lokasi dealer kita," tambahnya.

Aji mengungkapkan bahwa kerusakan yang terjadi di sektor pertambangan umumnya bukan kerusakan ringan seperti sistem pengereman, melainkan komponen utama akibat beban berlebih.

"Kerusakannya biasanya yang enggak umum. Bukan yang common seperti brake rusak, tapi misalnya as patah karena overload," ujarnya.

Kondisi tersebut membuat waktu perbaikan menjadi lebih lama karena suku cadang yang dibutuhkan masuk dalam kategori medium atau slow moving.

"Biasanya kalau part itu ada tiga kategori, slow moving part, medium moving part, sama fast moving part. Kalau bagian fast moving enggak ada isu, tapi medium dan slow moving ini biasanya berpotensi. Semua part kita punya, tapi volumenya berbeda-beda," jelas Aji.

Sebagai bagian dari pengembangan layanan pada 2026, Mitsubishi Fuso juga meresmikan dua FUSO Service Center yang berlokasi di area operasional pertambangan dan perkebunan.

Fasilitas servis on-site tersebut memungkinkan proses perbaikan dilakukan langsung di lokasi kerja pelanggan tanpa perlu membawa kendaraan keluar area operasional. Dengan demikian, waktu tunggu dapat dipangkas secara signifikan sehingga aktivitas bisnis pelanggan tetap berjalan dengan optimal.

Kehadiran Next Generation Zero Down Time menjadi bagian dari strategi Mitsubishi Fuso dalam menghadirkan layanan purnajual yang lebih proaktif, memanfaatkan teknologi digital, jaringan servis yang luas, serta ketersediaan suku cadang untuk memastikan armada bisnis konsumen tetap produktif di berbagai kondisi operasional.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya