Penyebab Kebakaran di Bromo Sulit Padam

Area terbakar mencapai 10 hektare.

oleh Hermawan ArifiantoDiterbitkan 05 Agustus 2026, 16:49 WIB
Petugas berjibaku memadamkan kebakaran di Bromo

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kian mengkhawatirkan. Hingga Rabu (5/8/2026), kobaran api terus meluas hingga menghanguskan 10 hektare. Di tengah keterbatasan fasilitas, tim gabungan kini terpaksa bertaruh nyawa memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, termasuk ranting pohon.

​Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengonfirmasi bahwa amukan si jago merah masih belum berhasil dipadamkan. Angin kencang dan hamparan ilalang kering di lokasi makin mempercepat penyebaran titik api.

​"Berdasarkan laporan petugas di lapangan, titik api masih aktif. Tim gabungan terus berjibaku melokalisasi kebakaran agar tidak makin meluas," ujar Oemar.

​Perjuangan tim gabungan yang terdiri dari BPBD Probolinggo, BPBD Jatim, TNI Polri, Perhutani, Balai Besar TNBTS, hingga relawan dan warga lokal dihadapkan pada krisis peralatan yang dramatis. Alat pemukul api mekanis (kepyok) milik petugas dilaporkan rusak total akibat gempuran pemadaman yang masif dalam beberapa hari terakhir.

​"Alat kepyok yang kami miliki sudah rusak semua karena pemakaian terus-menerus. Namun, pantang menyerah, petugas di lapangan tetap memadamkan api memanfaatkan ranting-ranting pohon yang ada," tegas Oemar.

​Selain cara manual tersebut, petugas juga mengandalkan backpack sprayer (tangki semprot punggung) dan fokus membuat barikade penyekatan guna memotong jalur pergerakan api.

​Eskalasi karhutla ini mencatatkan lonjakan area terdampak yang signifikan, dari sebelumnya 7,9 hektare kini menembus angka 10 hektare. Angka ini diproyeksikan masih bisa bertambah mengingat api belum padam sepenuhnya.

​Dampak sistemik karhutla ini memaksa Balai Besar TNBTS mengambil tindakan tegas demi keselamatan pengunjung. Akses menuju destinasi wisata favorit Jawa Timur ini ditutup sebagian sejak Senin (3/8/2026) pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan.

​Tiga jalur utama yang ditutup total meliputi pintu Masuk Kemplang di Kabupaten Malang, pintu Masuk Coban Trisula Kabupaten Malang dan Pintu Masuk Senduro di Kabupaten Lumajang

​Meski demikian, kawasan Bromo tidak sepenuhnya terisolasi. Wisatawan masih diperbolehkan berkunjung dengan akses sangat terbatas melalui dua pintu tersisa, yakni Cemoro Lawang di Kabupaten Probolinggo, dan Wonokitri di Kabupaten Pasuruan. Penutupan parsial ini dilakukan untuk memberi ruang gerak maksimal bagi tim pemadam sekaligus menekan risiko jatuhnya korban jiwa dari pihak wisatawan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya