IHSG Diprediksi Menguat ke 6.380, Cek Rekomendasi Saham 5 Agustus 2026

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak di kisaran 6.220-6.380 pada perdagangan saham Rabu, (5/8/2026). Berikut strategi rekomendasi saham-nya.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 05 Agustus 2026, 07:08 WIB
Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Rabu, (5/8/2026). IHSG hari ini akan melanjutkan kenaikan ke 6.334-6.403. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG naik 1,37% ke posisi 6.319 dan disertai dengan munculnya volume pembelian pada perdagangan saham Selasa, 4 Agustus 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, saat ini posisi IHSG sedang berada pada bagian awal dari wave v dari wave © dari wave [iv]. Hal itu berarti IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dengan target 6.334-6.403.

“Cermati akan adanya potensi pembalikan arah dalam jangka pendek ke rentang 6.280-6.306,” kata Herditya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.201,6.029 dan level resistance 6.377,6.454.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance 6.220-6.380.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Indika Energy Tbk (INDY), dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) - Buy on Weakness

Saham ANTM menguat 0,70% ke 2.890 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, pergerakannya pun masih berada di bawah moving average (MA)20 harian.

“Kami memperkirakan, posisi pergerakan ANTM saat ini berada pada bagian dari wave [d] dari wave B pada pola triangle,” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 2.750-2.830

Target Price: 2.990, 3.140

Stoploss: below 2.710

 

 

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

Pejalan kaki duduk di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

2.PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) - Buy on Weakness

Saham EMAS menguat 1,86% ke 6.850 dan masih didominasi oleh volume pembelian, penguatan EMAS pun mampu menembus MA60. Herditya menuturkan, saat ini, posisi EMAS diperkirakan berada pada bagian dari wave 5 dari wave (3).

Buy on Weakness: 6.775-6.825

Target Price: 7.000, 7.100

Stoploss: below 6.650

 

3.PT Indika Energy Tbk (INDY) - Buy on Weakness

Saham INDY menguat 7,69% ke 2.520 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, penguatan INDY pun mampu berada di atas cluster MA20 dan MA60. “Kami memperkirakan, posisi INDY saat ini berada pada bagian awal dari wave 5 dari wave (A) pada label hitam,” kata dia.

Buy on Weakness: 2.450-2.500

Target Price: 2.690, 2.830

Stoploss: below 2.390

 

4.PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) - Buy on Weakness

Saham VKTR menguat 4,23% ke 740 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, penguatan VKTR pun masih mampu berada di atas cluster MA-nya. “Saat ini, posisi VKTR diperkirakan berada pada bagian dari wave [v] dari wave A pada label hitam,” tutur dia.

Buy on Weakness: 660-715

Target Price: 760, 810

Stoploss: below 650

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG 4 Agustus 2026

Ilustrasi IHSG (AP Photo/Tatan Syuflana)

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meroket pada penutupan perdagangan saham Selasa, (4/8/2026). Lonjakan IHSG hari ini di tengah nilai transaksi harian saham hanya Rp 13 triliun dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali ke 18.000.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melompat 1,37% menjadi 6.319,61. Indeks saham LQ45 bertambah 1,81% menjadi 635,20. Seluruh indeks saham acuan menguat.

Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji menuturkan, IHSG dipengaruhi sejumlah faktor dari sentimen eksternal dan internal.

Dari eksternal, ia menuturkan, pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal negosiasi dengan Iran akan dimulai pekan ini, sehingga mengurangi kekhawatiran eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Harga minyak WTI dan Brent yang terkoreksi signifikan membantu meredakan kekhawatiran risiko inflasi berbasis biaya energi atau energy cost push inflation.

“Dengan demikian, optimisme tersebut membuat investor kembali masuk ke aset berisiko khususnya di pasar saham,” ujar dia dalam keterangan resmi.

 

Sektor Saham

Karyawan memfoto layar pergerakan IHSG, Jakarta, Rabu (3/8/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/08/2022), ditutup di level 7046,63. IHSG menguat 58,47 poin atau 0,0084 persen dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dari domestik, ia mengatakan, data inflasi Indonesia periode Juli 2026 yang terjaga stabil memberikan konfirmasi kuat atas solidnya daya beli masyarakat serta terjaganya stabilitas moneter. Bahkan tereduksinya geopolitical risk premium memberikan ruang longgar bagi BI untuk menjaga stabilitas moneter dan BI-Rate.

Sementara itu, pasar juga masih menunggu perkembangan terkait suksesi Gubernur BI serta agenda fiskal pemerintah yang dapat memengaruhi persepsi investor. “Di sisi lain, musim laporan keuangan semester I/2026 masih menjadi katalis positif bagi indeks,” ujar dia.

Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.319,61 dan level terendah 6.238,39. Sebanyak 399 saham menguat sehingga angkat IHSG. 224 saham melemah dan 170 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 2.127.062 kali dengan volume perdagangan saham 33,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 13 triliun. Sementara itu, posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 18.012.

Dari 11 sektor saham dua sektor saham tertekan. Sektor saham consumer siklikal turun 0,10% dan sektor saham teknologi melemah 0,07%.

Di sisi lain, sektor saham properti bertambah 2,72%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham basic menguat 2,17% dan sektor saham transportasi melompat 1,59%.

Lalu sektor saham energi menguat 1,04%, sektor saham industri mendaki 0,85%, sektor saham consumer nonsiklikal menguat 0,78%, sektor saham kesehatan bertambah 0,915. Sementara itu, sektor saham keuangan mendaki 1,03%, sektor saham infrastruktur naik 1,03%.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya