Liputan6.com, Jakarta - Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) menyiapkan berbagai gebrakan dengan meluncurkan sedikitnya 26 program baru yang menyasar sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif, transformasi digital, hingga pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ketua Harian PP INTI, Ulung Rusman mengatakan kepengurusan baru akan fokus memperkuat organisasi sekaligus memperluas manfaat yang dirasakan masyarakat melalui berbagai program nyata.
Advertisement
"Kami akan mempercepat konsolidasi organisasi di seluruh Indonesia dengan mengedepankan kualitas kepemimpinan, integritas, serta semangat kebangsaan. Penguatan jaringan organisasi menjadi fondasi agar INTI mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," kata Ulung Rusman seperti dilansir Antara, Senin (3/8).
Program-program tersebut akan dijalankan seiring pelantikan Pengurus Pusat dan Pengurus Daerah INTI yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (7/8).
Pelantikan mengusung tema "Bersatu dalam Semangat Merah Putih, Berkarya untuk Negeri" sebagai komitmen memperkuat kontribusi organisasi bagi pembangunan nasional.
Saat ini, INTI telah memiliki kepengurusan di 18 provinsi dan sekitar 80 pengurus cabang di tingkat kabupaten dan kota. Jaringan tersebut akan terus diperkuat agar pelaksanaan program lebih efektif hingga ke daerah.
Selain penguatan organisasi, INTI juga memperluas program sosial yang telah berjalan. Ulung mengungkapkan Program Beasiswa Pelangi telah memberikan sekitar 1.400 beasiswa dan seluruh penerimanya kini telah menjadi alumni.
Di bidang kesehatan, INTI terus menggelar bakti sosial operasi katarak, termasuk kegiatan yang berlangsung di Sumenep pada 3–6 Agustus. Secara keseluruhan, program tersebut telah melayani sekitar 34 ribu pasien.
Menurut Ulung, kepengurusan baru juga telah menyiapkan 26 program strategis yang mencakup klaster pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif, hingga pengembangan sumber daya manusia. Program tersebut meliputi beasiswa S1, S2, dan S3, kerja sama dengan Lemhannas untuk program kepemimpinan, kolaborasi dengan Bulog, penyelenggaraan UMKM Fair, serta pembentukan INTI Award.
"INTI Award akan diberikan kepada tokoh-tokoh terbaik, bukan hanya dari kalangan Tionghoa, tetapi juga atlet, seniman, politisi, dan berbagai sosok yang menjadi agen perubahan bagi Indonesia," ujar Ulung.
Ia juga menegaskan transformasi digital menjadi salah satu fokus utama organisasi. Penguatan media sosial serta pengembangan podcast akan dilakukan sebagai bagian dari upaya menyesuaikan pola komunikasi organisasi dengan perkembangan zaman.
Menurut Ulung, INTI juga mendapat banyak tawaran kerja sama dari berbagai pihak, termasuk membangun hubungan antarmasyarakat (people to people) antara Indonesia dan China, termasuk dengan komunitas Muslim.
Selain itu, organisasi turut mendapat kepercayaan membantu pemerintah dalam berbagai isu strategis, mulai dari penguatan iklim usaha dan investasi hingga penyelesaian persoalan kewarganegaraan melalui program "Pasti Ada Solusi" yang nantinya juga akan diperluas ke berbagai daerah.
Sementara itu, Ketua Umum PP INTI, Indra Wahidin, menegaskan kepengurusan baru akan memperkuat peran INTI sebagai organisasi kebangsaan yang menjunjung tinggi nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
"INTI hadir bukan hanya sebagai organisasi masyarakat, tetapi sebagai rumah besar yang mengedepankan semangat persatuan, toleransi, dan gotong royong. Melalui kepengurusan baru, kami ingin memperkuat kontribusi nyata bagi pembangunan nasional serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 dengan tagline 'Inklusif, Nasionalis, Toleransi, dan Independen'," ujar Indra Wahidin.
Ia menambahkan, tema "Bersatu dalam Semangat Merah Putih, Berkarya untuk Negeri" dipilih sebagai refleksi bahwa keberagaman merupakan kekuatan bangsa. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk membangun Indonesia melalui karya, inovasi, dan kolaborasi.
Sekretaris Jenderal PP INTI Hardy Stefanus menambahkan pembekalan kepada seluruh pengurus bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah strategis untuk menyamakan visi organisasi serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.
"Kami ingin seluruh jajaran pengurus memiliki pemahaman yang sama mengenai arah organisasi, tantangan kebangsaan, serta pentingnya membangun kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat. Dengan fondasi tersebut, INTI dapat menjalankan perannya secara lebih efektif dan profesional," ujar Hardy Stefanus.