2 Pendaki Gunung Piramid Ditemukan Tewas di Jurang

Keduanya berada di dasar tebing bertekstur ekstrem.

oleh Hermawan ArifiantoDiterbitkan 04 Agustus 2026, 19:21 WIB
Pendaki Asal Surabaya Ditemukan Tewas di Jurang 60 Meter

Liputan6.com, Jakarta - Upaya pencarian dua pendaki yang tersesat di kawasan Gunung Piramid, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, berakhir duka. Tim SAR Gabungan berhasil menemukan kedua korban siang dalam kondisi meninggal dunia di dasar tebing yang curam pada Selasa (4/8/2026) siang.

​Kedua korban teridentifikasi sebagai Maliya Finda (51), warga Wonokromo, Surabaya, serta Irfan Nasrul Laili (35), seorang pemandu lokal asal Desa Wonosari, Kabupaten Bondowoso.

​Tim SAR Gabungan yang tiba di lokasi sejak pukul 09.10 WIB menyisir jalur rawan hingga akhirnya mendeteksi posisi korban pada pukul 12.13 WIB. Korban ditemukan di titik koordinat 08°36′00,22″ LS – 114°14′38,30″ BT—sekitar 170 meter dari lokasi awal laporan di arah tenggara. Posisi keduanya berada di dasar tebing bertekstur ekstrem dengan kemiringan 40 derajat dan kedalaman mencapai 60 meter.

Proses Evakuasi Disetop Sementara

Meski posisi korban telah dipastikan, proses pengangkatan jenazah berjalan sangat lambat dan berisiko tinggi. Hingga batas waktu pukul 18.00 WIB, operasi evakuasi terpaksa dihentikan sementara akibat jarak pandang yang makin terbatas, ruang gerak personel yang sangat sempit, serta tingginya potensi bahaya di medan terjal tersebut.

​Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, mengonfirmasi penundaan operasi demi keselamatan tim di lapangan.

​"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Tim SAR Gabungan telah berupaya maksimal hingga posisi korban ditemukan. Namun, mengingat medan yang sangat berbahaya dan kondisi yang mulai gelap, evakuasi dihentikan sementara demi keselamatan personel. Operasi akan kita lanjutkan kembali Rabu (5/8/2026) mulai pukul 06.00 WIB," tegas I Made Oka Astawa, Selasa (4/8/2026).

Operasi SAR berskala besar ini melibat gabungan unsur dari Pos SAR Jember, Kantor SAR Banyuwangi, BPBD Bondowoso, TNI-Polri, Brimob, PMI, APGI, Wanadri, relawan, hingga masyarakat setempat. 

"Berbagai armada pendukung seperti Rescue Car Type II, peralatan jungle rescue, perlengkapan mountaineering teknis, alat medis, sarana komunikasi, hingga drone turut dikerahkan untuk menembus jalur ekstrem Punggung Naga Gunung Piramid,," tambahya

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya