Liga Aspal Dilarang di Area Rel, Pramono Siapkan Lokasi Pengganti

Pramono menyiapkan lokasi alternatif bagi anak-anak setelah Liga Aspal di area rel tak lagi diizinkan.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 04 Agustus 2026, 17:47 WIB
Anak-anak mengikuti pertandingan Turnamen Sepak Bola Liga Aspal U-13 di kawasan permukiman padat di pinggir rel RT 09/RW 08, Menteng Jaya, Jakarta, Senin (29/6/2026). (merdeka.com/ Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dan Lapangan Borobudur di Jakarta Timur sebagai lokasi alternatif bagi anak-anak yang sebelumnya bermain sepak bola atau Liga Aspal di kawasan rel kereta. Langkah itu diambil menyusul larangan penggunaan lahan milik PT KAI untuk aktivitas tersebut.

Pramono mengatakan kebijakan penertiban lahan merupakan kewenangan penuh PT KAI. Meski begitu, Pemprov DKI Jakarta tetap berupaya menyediakan fasilitas pengganti agar anak-anak tetap memiliki ruang untuk berolahraga.

"Tetapi bagaimanapun anak-anak di Jakarta ini kan juga butuh sarana untuk olahraga. Maka saya sudah memutuskan untuk RPTRA Borobudur maupun lapangan sepak bola Borobudur yang tidak jauh dari tempat itu kami akan sempurnakan, akan kami izinkan digunakan kalau memang Liga Aspal tidak bisa digunakan lagi mereka bisa memakai lapangan itu," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Dia menyebut, saat ini DKI Jakarta memiliki sekitar 47 fasilitas lapangan sepak bola. Dari jumlah itu, sebanyak 14 merupakan stadion, sedangkan sekitar 33 lainnya merupakan lapangan yang tersebar di tengah masyarakat.

Selain itu, Pramono juga menyatakan telah memerintahkan bahwa jajarannya untuk meningkatkan kualitas sejumlah lapangan agar lebih layak digunakan masyarakat.

"Beberapa saya sudah perintahkan untuk dilakukan penyempurnaan supaya masyarakat akan lebih mudah untuk bisa berolahraga," ujarnya.

 

Larangan KAI

Anak-anak mengikuti pertandingan Turnamen Sepak Bola Liga Aspal U-13 di kawasan permukiman padat di pinggir rel RT 09/RW 08, Menteng Jaya, Jakarta, Senin (29/6/2026). (merdeka.com/ Arie Basuki)

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 1 Jakarta merespons fenomena Liga Aspal, yakni turnamen sepak bola yang digelar warga di bawah kolong kereta di kawasan permukiman padat Menteng Jaya, Jakarta Pusat.

KAI menegaskan, aktivitas bermain sepak bola maupun kegiatan masyarakat lainnya tidak diperbolehkan dilakukan di area Right of Way (ROW) atau Ruang Milik Jalur Kereta Api, karena kawasan tersebut merupakan bagian dari prasarana perkeretaapian yang diperuntukkan bagi kepentingan operasional, pemeliharaan, serta keselamatan perjalanan kereta api.

Menurut Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, masih terdapat anggapan di masyarakat yang menganggap lahan di sisi jalur rel sebagai ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas. Padahal, seluruh area tersebut merupakan bagian dari ruang milik jalur kereta api yang memiliki fungsi khusus dan dilindungi oleh peraturan perundang-undangan.

"Keselamatan merupakan prioritas utama KAI. Area ROW adalah ruang milik jalur kereta api yang hanya diperuntukkan bagi kepentingan operasional perkeretaapian, termasuk pemeliharaan, inspeksi, dan pengembangan prasarana," kata Franoto saat dikonfirmasi, Selasa (4/8/2026).

 

Hasil Safety Assessment

Franoto menyampaikan, kebijakan tersebut didasarkan pada hasil safety assessment yang menunjukkan bahwa penggunaan area ROW untuk aktivitas olahraga maupun kegiatan publik memiliki tingkat risiko yang tinggi dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat serta mengganggu operasional perjalanan kereta api.

"Berdasarkan hasil kajian keselamatan, aktivitas seperti bermain sepak bola maupun kegiatan masyarakat lainnya di area tersebut memiliki risiko yang sangat tinggi terhadap pemain, penonton, maupun perjalanan kereta api. Karena itu, penggunaannya tidak dapat kami izinkan," jelas Franoto.

Ia menyebut bahwa Right of Way (ROW) merupakan koridor keselamatan yang mencakup ruang manfaat jalur kereta api beserta area di sekitarnya yang digunakan untuk mendukung penyelenggaraan perkeretaapian secara aman dan andal.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya