Update Gempa Venezuela: Korban Tewas Tembus 6.000 Orang

Dampak sekunder gempa Venezuela kini memicu krisis hunian massal akibat puluhan ribu struktur bangunan dinyatakan tidak aman.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 04 Agustus 2026, 09:00 WIB
Pasien berada di luar rumah sakit di Catia La Mar, Venezuela, Kamis (25/6/2026), setelah bangunan tersebut rusak akibat dua gempa hebat yang terjadi pada Rabu (24/6) malam. (Dok. AP/Pedro Mattey)

Liputan6.com, Caracas - Dua gempa yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni 2026 menewaskan 6.125 orang. Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodriguez pada Senin (3/8).

Pembaruan data korban itu disampaikan beberapa pekan setelah gempa magnitudo 7,2 dan 7,5 melanda negara tersebut. Hampir 200 bangunan ambruk akibat bencana itu, sebagian besar berada di negara bagian pesisir La Guaira yang mengalami dampak paling parah.

Sebelumnya, jumlah korban tewas tercatat sebanyak 5.546 orang.

Tim penyelamat bersama keluarga korban masih terus menyisir puing-puing untuk mencari para korban dan anggota keluarga mereka. Hampir 17.000 orang juga terluka akibat kedua gempa tersebut.

Media lokal seperti dilaporkan CNA mengutip Gubernur La Guaira Jose Alejandro Teran yang mengatakan sekitar 1.400 orang masih hilang setelah bencana itu.

Pemerintah belum mengungkapkan jumlah keseluruhan orang yang hilang. Namun, para ahli memperkirakan angkanya dapat mencapai 10.000 orang.

Selain 190 bangunan yang hancur total, pihak berwenang menyatakan lebih dari 16.200 bangunan tidak aman untuk ditempati. Kondisi itu membuat banyak warga terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Hampir 24.000 orang di La Guaira dan Caracas kini tinggal di tempat penampungan darurat setelah gempa.

Anggota parlemen Venezuela pada Jumat (31/7) secara bulat mengesahkan undang-undang yang mempermudah penyewaan properti.

Kebijakan baru ini bertujuan membantu korban gempa yang kehilangan tempat tinggal. Lewat aturan ini, pemerintah mencabut pembatasan sewa properti ketat era pemerintahan Chavista yang berhaluan kiri. Aturan lama tersebut sebelumnya melarang penggusuran penyewa dan mengontrol harga sewa secara sepihak, yang justru membuat para pemilik rumah takut menyewakan properti mereka dan membiarkannya kosong.

"Kami memperkirakan sekitar 400.000 rumah dapat tercakup dalam undang-undang ini," kata pemimpin sementara Venezuela Delcy Rodriguez pada Senin pagi.

Ia menyebut kebijakan tersebut akan menguntungkan penyewa maupun pemilik properti.

Rodriguez sebelumnya berjanji menyediakan 4.000 rumah bagi korban gempa hingga akhir tahun. Pemerintah menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi lebih dari 10.000 rumah pada 2027.

Rodriguez menjalankan pemerintahan di bawah pengawasan ketat Amerika Serikat (AS) setelah pasukan AS menggulingkan pendahulunya, Nicolas Maduro, pada Januari.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya