Anak Usaha JSMR Kantongi Pinjaman Rp 1,5 Triliun, Buat Apa?

BSI memberikan fasilitas pembiayaan Rp 1,56 triliun kepada Jasamarga Bali Tol (JBT).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 04 Agustus 2026, 09:01 WIB
Jalan Tol Bali Mandara yang dikelola oleh PT Jasamarga Bali Tol (PT JBT). (Dok Jasa Marga)

Liputan6.com, Jakarta - PT Jasamarga Bali Tol (JBT) anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) yang mengelola Ruas Tol Nusa Dua-Ngurai-Benoa telah menandatangani perjanjian pembiayaan Sustainability Linked Financing (SLF) bersama dengan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI (BRIS) pada 30 Juli 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (4/8/2026), BSI memberikan fasilitas untuk keperluan pembiayaan investasi aset Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa yang digunakan untuk pelunasan sebagian pokok dan atau bunga perjanjian pinjaman pemegang saham dengan perseroan selalu pemilik konsesi pengusahaan Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa. Pada saat transaksi dilakukan JBT merupakan perusahaan yang dikendalikan secara langsung oleh perseroa.

“Transaksi berupa pinjaman pembiayaan Sustainability Linked Financing (SLF) maksimal sebesar Rp 1,56 triliun dari BSI kepada JBT selaku pemilik konsesi pengusahaan Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Adapun transaksi yang dilakukan merupakan transaksi afiliasi. Berdasarkan Pasal 1 pada POJK 42/2020, definisi afiliasi merupakan hubungan antara dua perusahaan yang dikendalikan, baik langsung maupun tidak langsung oleh pihak yang sama.

Terkait hal ini, pihak yang melakukan transaksi yakni JBT, selaku anak perusahaan perseroan yang dikendalikan secara langsung oleh perseroan. Sementara itu, BSI adalah Badan Usaha Milik Negara yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh pihak yang sama dengan Perseroan yaknii Pemerintah Pusat Republik Indonesia.

Tebar Dividen

Pada Hari Raya Nyepi 2024, PT Jasamarga Transjawa Tol catat sebanyak 32.493 kendaraan menuju Jakarta. Total volume kendaraan yang menuju Jakarta melalui Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama ini naik 30,27% jika dibandingkan lalu lintas (lalin) normal sebanyak 24.942 kendaraan. (Dok. PT Jasamarga Transjawa Tol)

Sebelumnya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar Rp1,1 triliun atau setara dengan 31% dari laba bersih Perseroan Tahun Buku 2025.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan, di tengah ekspansi yang dilakukan, Perseroan berkomitmen untuk terus menjaga nilai/value pemegang saham.

Perseroan mengupayakan kesinambungan pembagian dividen melalui kebijakan terukur dengan tidak mengabaikan kondisi keuangan dan ekonomi ke depan.

“Besaran dividen per lembar saham (Dividend Per Share/DPS) adalah sebesar Rp156,2, sama dengan DPS periode sebelumnya. Dividen tersebut akan dibagikan secara proporsional kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal pencatatan (recording date) 4 Juni 2026, dengan jadwal pembagian dividen pada 19 Juni 2026. Sisa laba bersih tahun 2025 Perseroan dialokasikan sebagai laba ditahan yang akan digunakan sebagai cadangan,” ujar Rivan dikutip dari Antara, Kamis (21/5/2026).

Rivan juga menjelaskan, sepanjang tahun 2025, Perseroan berhasil menjaga core profit tetap stabil di angka Rp3,7 triliun.

Selain itu, Perseroan mencatat pendapatan usaha sebesar Rp19,8 triliun, meningkat 5,8% year-on-year (yoy), yang didorong oleh kontribusi utama pendapatan tol sebesar Rp18,2 triliun dan pendapatan usaha lain sebesar Rp1,6 triliun. Sedangkan, EBITDA Perseroan tercatat meningkat menjadi Rp13,3 triliun dengan capaian EBITDA Margin yang tangguh pada level 67,0%.

“Jasa Marga berhasil menjaga pertumbuhan kinerja yang stabil dan resilien. Stabilitas core profit didukung oleh pertumbuhan pendapatan usaha dan EBITDA, serta didukung oleh keberhasilan Perseroan dalam menurunkan beban keuangan secara konsolidasi sebesar 10,5% (yoy) sebagai dampak positif dari aksi korporasi equity financing yang dilakukan pada akhir 2024," jelas Rivan.

 

Perkuat Lini Bisnis

PT Jasamarga Related Business (JMRB) yang mengelola Rest Area Travoy mengimbau para pengguna jalan untuk menuju rest area selanjutnya atau mencari tempat istirahat alternatif di jalur arteri jika terjadi kepadatan. (Dok: PT Jasa Marga Tbk)

Sepanjang 2025, Perseroan terus memperkuat lini bisnisnya yang mencakup bisnis konsesi, pengoperasian dan preservasi, hingga pengembangan bisnis prospektif.

Pada lini bisnis konsesi jalan tol, Perseroan mempertahankan posisinya sebagai market leader, yaitu sebagai pengelola jalan tol terbesar di Indonesia, dengan mengoperasikan 1.294 KM jalan tol dari total konsesi sepanjang 1.736 KM.

Total konsesi yang dikelola Perseroan merepresentasikan 42% pangsa pasar jalan tol di seluruh Indonesia. Sementara itu, transaksi di jalan tol Perseroan di sepanjang tahun 2025 mencapai 1,31 miliar kendaraan dengan lalu lintas harian rata-rata (LHR) mencapai 3,58 juta kendaraan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya