Efek Piala Dunia, Ratusan Bayi di Peru Diberi Nama Haaland  

Gelaran Piala Dunia turut memengaruhi pilihan nama bagi bayi yang baru lahir.

oleh Septian DenyDiterbitkan 04 Agustus 2026, 21:00 WIB
Penyerang Norwegia bernomor punggung 9, Erling Braut Haaland. (Paul ELLIS / AFP)

Liputan6.com, Lima - Euforia Piala Dunia tak hanya terasa di stadion dan layar televisi. Di sejumlah negara Amerika Latin, turnamen sepak bola terbesar di dunia itu juga memengaruhi pilihan nama bagi bayi yang baru lahir.

Dikutip dari CNN, Selasa (4/8/2026), di Peru, misalnya, ratusan bayi diberi nama yang terinspirasi dari penyerang Norwegia Erling Haaland. Sementara itu, nama-nama pesepak bola ternama seperti Lionel Messi, Neymar, dan Cristiano Ronaldo masing-masing telah tercatat sekitar 30.000 kali dalam data registrasi penduduk.

Juru Bicara Lembaga Catatan Sipil Peru (RENIEC), Ivan Torres, mengatakan tren tersebut menunjukkan besarnya pengaruh sepak bola terhadap masyarakat.

"Haaland sekarang juga orang Peru," ujarnya kepada Panamericana TV.

Ia juga mengungkapkan bahwa ada seorang bayi yang diberi nama "Mundial", istilah dalam bahasa Spanyol yang merujuk pada Piala Dunia. Padahal, Peru tidak lolos ke putaran final turnamen tersebut.

Banyak warga Amerika Latin yang negaranya tidak tampil atau telah tersingkir dari Piala Dunia memilih tidak mendukung Argentina, yang dinilai terlalu berorientasi ke Eropa.

Sebaliknya, mereka memberikan dukungan kepada tim Norwegia yang berhasil melaju hingga perempat final untuk pertama kalinya berkat penampilan Haaland dan selebrasi "Viking row" yang menjadi ciri khas tim tersebut.

Di Meksiko, salah satu tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Kanada, sebuah foto akta kelahiran menjadi viral di media sosial. Dokumen itu memperlihatkan seorang bayi perempuan diberi nama Quiñona Ysisidra Morita Haaland Guevara.

Nama tersebut merupakan gabungan dari nama dua pemain Meksiko, Julián Quiñones dan Gilberto Mora, serta Erling Haaland. Sementara itu, "Ysisidra" merupakan permainan kata dari ungkapan "Y si sí?" atau "Bagaimana kalau bisa?", slogan optimistis yang kerap diteriakkan para suporter Meksiko hingga tim mereka tersingkir oleh Inggris di babak 16 besar.

Meski demikian, Kementerian Dalam Negeri Meksiko belum memverifikasi keaslian akta kelahiran yang beredar tersebut.

Di Argentina, fenomena serupa juga terjadi. Menjelang partai final Piala Dunia, nama Enzo, Emiliano, dan Lionel menjadi tiga nama bayi laki-laki paling populer di Provinsi Salta.

 

Fenomena Piala Dunia

(Dari kiri ke kanan) Penyerang Timnas Norwegia #07, Alexander Sorloth, penyerang Norwegia #09, Erling Braut Haaland, gelandang Inggris #08, Elliot Anderson, dan penyerang Inggris #09, Harry Kane, berebut bola sundulan saat pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Norwegia dan Inggris di Stadion Miami, Miami. (ROBERTO SCHMIDT/AFP)

Pemerintah daerah setempat menyebut tren itu sebagai dampak dari "fenomena Piala Dunia". Ketiga nama tersebut merujuk pada gelandang Enzo Fernandez, penjaga gawang Emiliano "Dibu" Martinez, dan kapten tim nasional Argentina, Lionel Messi.

Pembawa Podcast asal Mexico City, Fabiola Molina, mengatakan tren pemberian nama pesepak bola kepada anak sebenarnya telah berlangsung lama di Amerika Latin.

Menurutnya, fenomena itu sudah terlihat sejak Diego Maradona mencetak gol "Hand of God" ke gawang Inggris pada Piala Dunia 1986.

Molina menambahkan bahwa tren serupa juga pernah terjadi di luar dunia sepak bola. Saat grup musik Backstreet Boys berada di puncak popularitas, banyak orang tua menamai anak laki-laki mereka Kevin atau Brian. Karena itu, nama seperti Brian Gonzalez kini cukup umum dijumpai di negara-negara seperti Bolivia, Chile, dan Argentina.

Meski dianggap menarik, Molina mengingatkan bahwa pemberian nama tokoh terkenal juga dapat membawa konsekuensi bagi anak di masa depan.

"Memang lucu, tetapi juga bisa berdampak pada anak ketika mereka tumbuh dewasa. Hanya karena namamu Messi atau Lionel, bukan berarti kamu akan menjadi pesepak bola hebat. Takdir tidak akan ditentukan hanya oleh nama," ujarnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya