Kesaksian WNI Penyintas Gempa Kumamoto: Guncangan Sangat Kencang

Berdasarkan Badan Meteorologi Jepang (JMA), gempa Kumamoto bermagnitudo 7,1.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 04 Agustus 2026, 07:00 WIB
WNI terdampak gempa Kumamoto mendapat bantuan dari KBRI Tokyo. (Dok. KBRI Tokyo)

Liputan6.com, Tokyo - Nurul Khotimah masih mengantre roti dan air minum setiap sore setelah gempa mengguncang Kumamoto, Jepang, pada 28 Juli 2026. Apartemen yang dihuni Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah Uto itu mengalami kerusakan berupa tembok retak serta pintu dan jendela yang sulit dibuka.

"Guncangan sangat kencang kami rasakan saat gempa terjadi. Selama dua hari kami sangat kesulitan air minum dan bahan makanan," kata Nurul dalam keterangan KBRI Tokyo, Senin (3/8).

Menurut Nurul, sarana air bersih dalam beberapa hari terakhir sudah kembali normal, tetapi airnya masih terlihat kotor. Ia dan beberapa WNI lainnya hingga kini mendapatkan bantuan air mineral dan roti dari pemerintah daerah setempat melalui shiyakusho atau kantor administrasi pemerintah.

Nurul sehari-hari bekerja di pabrik pengolahan makanan dan baru delapan bulan tinggal di Jepang. Ia juga menerima bantuan logistik yang diserahkan langsung oleh KBRI Tokyo dan komunitas Indonesia.

"Terima kasih atas kepedulian dan bantuan dari KBRI Tokyo kepada kami. Bantuan yang diberikan sangat bermanfaat bagi kami. Semoga bencana ini segera berakhir dan kembali normal," tuturnya.

Nurul termasuk di antara 214 WNI yang terdampak langsung gempa Kumamoto. Berdasarkan data Desember 2025, jumlah WNI di Kumamoto tercatat sebanyak 5.032 orang.

Tim Tanggap Darurat KBRI Tokyo telah memberikan bantuan langsung kepada WNI terdampak sejak Sabtu, 1 Agustus. Hingga 2 Agustus, tim yang dipimpin Sekretaris Pertama Fungsi Protkons KBRI Tokyo Hernawan Bagaskoro Abid telah mendatangi sejumlah lokasi tempat tinggal warga Indonesia di Uto, Uki, dan Yatsushiro.

Selain menyerahkan bantuan, tim berkomunikasi langsung dengan sejumlah WNI terdampak. Berdasarkan pantauan di lapangan, kebutuhan penting saat ini adalah air mineral, bahan makanan pokok instan, dan peralatan makan. Uto, Uki, dan Yatsushiro masih mengalami kesulitan terkait ketersediaan air bersih.

Duta Besar (Dubes) RI untuk Jepang Nurmala Kartini Sjahrir mengatakan sejumlah WNI telah kembali ke hunian masing-masing, sedangkan sebagian lainnya masih tinggal di lokasi penampungan yang disediakan pemerintah daerah setempat.

Menurut Dubes Kartini, WNI yang masih berada di penampungan rata-rata karena area huniannya mengalami kerusakan dan keterbatasan air bersih. Beberapa WNI telah kembali bekerja seperti biasa.

Dubes Kartini meminta WNI terdampak terus memantau informasi resmi dan mengikuti arahan otoritas setempat. Warga Indonesia diminta pula menjaga komunikasi dengan sesama WNI serta melapor kepada KBRI Tokyo apabila membutuhkan pertolongan darurat.

KBRI Tokyo turut mengoordinasikan bantuan bersama berbagai komunitas Indonesia yang turun langsung ke lapangan. Dubes Kartini mengapresiasi komunitas Indonesia di Jepang yang membantu penanganan WNI terdampak.

"Terima kasih kepada simpul-simpul masyarakat yang menjadi jembatan komunikasi dan penanganan bantuan untuk para WNI. KBRI Tokyo mengapresiasi solidaritas, kekompakan, dan semangat juang komunitas WNI di Kumamoto yang terus saling menguatkan satu sama lain," ujar Dubes Kartini.

WNI yang terdampak atau mengetahui adanya WNI yang membutuhkan bantuan kedaruratan dapat menghubungi hotline KBRI Tokyo di +81-80-3506-8612 dan +81-80-4940-7419, serta hotline KJRI Osaka di +81-80-3113-1003.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya