Liputan6.com, Jayapura - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menembaki kamp pekerja proyek jalan PT SHJ di Distrik Woniki, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan. Akibat peristiwa itu, lima orang pekerja dilaporkan meninggal dunia. Terkait kabar itu, Kapendam XVII Cenderawasih Kolonel Infanteri Tri Purwanto, meralat bahwa penembakan terjadi pada Minggu malam (2/8/2026), bukan Senin dini hari seperti yang diberitakan sebelumnya.
Tri juga mengatakan, sebanyak empat dari lima jenazah korban kekerasan kelompok kriminal bersenjata (KKB) sudah teridentifikasi.
Advertisement
Dari lima orang yang meninggal itu, empat jenazah yang teridentifikasi atas nama Arman Sibarani, Erlin Aritonang, Alfons, dan Barengga.
"Tiga jenazah dievakuasi dan kini berada di RSUD Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, kemudian satu jenazah dievakuasi ke Karubaga, sedangkan satu jenazah dilaporkan masih berada di TKP," kata Tri Purwanto, seperti dikutip dari Antara.
Tri juga mengatakan, penyerangan ke kamp PT SHJ dilakukan pada Minggu malam (2/8/2026), saat para korban sedang beristirahat.
Kodam XVII/Cenderawasih mengecam aksi kekerasan yang dilakukan KKB karena telah merenggut nyawa warga sipil yang sedang bekerja membangun infrastruktur bagi kepentingan masyarakat Papua.
Personel TNI dan Polri saat ini melakukan pengejaran terhadap pelaku guna memastikan situasi keamanan tetap kondusif sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.
"Kamp PT SHJ terdapat 10 orang pekerja, tiga orang di antaranya belum diketahui nasibnya," kata Tri.