Evakuasi Penumpang KMP Mutiara Sentosa, Lima Anak Tak Tercatat Manifes

Pemerintah akan mengevaluasi operator KMP Mutiara Sentosa II setelah KNKT menyelesaikan investigasi kebakaran kapal di perairan utara Sumenep.

oleh Muhamad Agil AliansyahDiterbitkan 03 Agustus 2026, 07:21 WIB
Menhub Dudy Purwagandhi meninjau langsung proses evakuasi penumpang KM Mutiara Sentosa II terbakar di perairan utara Sumenep, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026) malam. (Foto: dok. Kemenhub)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan masih memprioritaskan pencocokan data manifes KMP Mutiara Sentosa II dengan jumlah korban berhasil dievakuasi karena masih terdapat kapal penyelamat belum tiba di Pelabuhan Tanjung Perak.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, perbedaan antara data manifes dan kondisi di lapangan antara lain disebabkan adanya penumpang yang membatalkan perjalanan tanpa pembaruan manifes. Selain itu, ditemukan lima anak yang belum tercatat dalam manifes sehingga menjadi bahan evaluasi penyelenggara pelayaran.

Dudy menegaskan pencatatan seluruh penumpang penting untuk menjamin hak korban apabila terjadi kecelakaan sekaligus memastikan ketersediaan perlengkapan keselamatan, termasuk jaket pelampung untuk anak-anak.

Dudy menambahkan proses pencocokan manifes dengan jumlah korban yang dievakuasi masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh penumpang telah teridentifikasi.

Evaluasi Operator

Selain mencocokan data penumpang, Dudy mengatakan pemerintah akan mengevaluasi operator KMP Mutiara Sentosa II setelah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyelesaikan investigasi kebakaran kapal di perairan utara Sumenep, Jawa Timur.

Dudy mengatakan evaluasi dilakukan untuk menilai kinerja operator, mengingat kapal tersebut dilaporkan telah dua kali mengalami kebakaran.

"Kami akan evaluasi, tapi yang paling penting akan lihat dulu sebab-sebabnya dari KNKT. Ini menjadi 'lesson learned' buat kita dan evaluasi kepada perusahaan yang bersangkutan," kata Dudy di Surabaya, Senin (3/8/2026) dini hari, seperti dilansir dari Antara.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya