Anak Petani Jadi Lulusan Terbaik IPDN, Tanda Pangkat Disematkan Prabowo

Toriq merupakan anak kedua dari tiga bersaudara yang berasal dari keluarga sederhana.

oleh Tim NewsDiterbitkan 02 Agustus 2026, 20:00 WIB
Mohamad Toriq Anwar (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Di balik seragam putih yang dikenakan saat pelantikan Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), terdapat kisah perjuangan seorang anak petani asal Banyumas, Mohamad Toriq Anwar.

Berkat kerja keras dan ketekunannya, Toriq berhasil meraih prestasi sebagai salah satu lulusan terbaik IPDN Tahun 2026. Ia menjadi satu dari tiga Purna Praja yang memperoleh kehormatan disematkan langsung tanda pangkat Pamong Praja Muda oleh Presiden Prabowo Subianto.

Toriq merupakan anak kedua dari tiga bersaudara yang berasal dari keluarga sederhana. Orang tuanya menggantungkan hidup sebagai petani, peternak bebek, sekaligus penjual telur bebek ke warung-warung di sekitar tempat tinggalnya. Sementara itu, kakaknya bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik kayu yang tidak jauh dari rumah. Berbekal tekad untuk mengangkat derajat keluarganya, Toriq mengikuti Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP) IPDN pada 2022.

“Alhamdulillah saya berhasil mendapatkan peringkat kedua pada hasil akhir tes di Provinsi Jawa Tengah untuk IPDN. Saya memilih IPDN karena merupakan sekolah kedinasan berikatan dinas. Di sana kami dibiayai oleh negara, baik biaya hidup maupun biaya pendidikan,” jelas Toriq di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).

Namun, dalam perjalanannya, Toriq turut menghadapi keterbatasan biaya untuk mengikuti SPCP IPDN. Jarak Banyumas menuju Semarang sebagai lokasi seleksi membuat keluarganya harus berjuang menyediakan biaya transportasi maupun kebutuhan administrasi. Demi mewujudkan cita-cita tersebut, keluarganya berusaha mencari bantuan agar Toriq dapat mengikuti seluruh tahapan seleksi.

“Tesnya dilaksanakan di Semarang, sementara saya berasal dari Kabupaten Banyumas yang letaknya sekitar empat hingga lima jam dari rumah saya. Jadi, saya tentu harus menyediakan biaya transportasi maupun untuk mengurus berkas. Saat itu, kadang orang tua saya tidak mempunyai biaya untuk itu,” jelas Toriq.

Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Toriq berhasil melewati seluruh tahapan seleksi, mulai dari seleksi administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), pemeriksaan kesehatan, psikotes, hingga tes kesamaptaan. Bahkan, ia mencatatkan nilai SKD sekitar 455 dan menjadi peringkat pertama di sesi seleksinya, sebelum akhirnya meraih peringkat kedua pada hasil akhir seleksi tingkat Provinsi Jawa Tengah.

“Saya merasa sangat bangga bisa menjadi salah satu dari tiga orang perwakilan yang disematkan langsung oleh Presiden. Ini merupakan pengalaman yang sangat membanggakan, sebuah mimpi yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Jadi, Alhamdulillah,” ungkapnya.

Momentum tersebut semakin memperkuat tekadnya untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara sebagai aparatur pemerintah.

“Kami siap mengabdi. Kami siap memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa ini demi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya