Liputan6.com, Jakarta - Operasional Bandara Frans Seda Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, dihentikan sementara akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Lewotobi Laki‑laki di Kabupaten Flores Timur, Sabtu (1/8/2026) .
Penutupan dilakukan setelah ruang udara di sekitar bandara terdampak abu vulkanik yang berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan. Operasional bandara dijadwalkan kembali dibuka pada Minggu (2/8/2026) pukul 06.00 WITA, dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi cuaca dan aktivitas vulkanik.
Advertisement
Kepala Kantor UPBU Fransiskus Xaverius Seda Maumere, Partahian Panjaitan, mengatakan keputusan tersebut diambil sebagai langkah mitigasi demi menjamin keselamatan penerbangan.
"Hari ini, 1 Agustus 2026, operasi penerbangan di Bandara Frans Seda ditutup sementara sampai besok pukul 06.00 WITA karena terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki‑laki," ujar Partahian.
Penutupan sementara itu berdampak pada empat jadwal penerbangan Wings Air dari dan menuju Bandara Frans Seda Maumere yang terpaksa dibatalkan.
Sementara itu, Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki‑laki melaporkan, dalam enam jam terakhir terjadi dua kali letusan dengan tinggi kolom erupsi sekitar 300 meter di atas puncak disertai asap berwarna kelabu. Selain itu, teramati endapan lava mengalir ke arah barat–barat laut sejauh sekitar 3,8 kilometer dari pusat erupsi dan ke arah timur laut sejauh sekitar 4,34 kilometer.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki‑laki, Bramantya Aji Putra Mahendra, mengatakan aktivitas vulkanik masih terus dipantau.
"Teramati dua kali letusan dengan tinggi 300 meter dan warna asap kelabu," ujarnya.
Hingga Sabtu siang, status Gunung Lewotobi Laki‑laki masih berada pada Level III (Siaga). Masyarakat serta wisatawan diimbau tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi guna menghindari potensi bahaya material vulkanik.