Maling Bobol Dapur MBG, Celemek hingga Genset Raib

Pencuri membawa kabur berbagai barang dari dapur MBG.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 01 Agustus 2026, 14:10 WIB
Pencuri satroni dapur MBG

Liputan6.com, Jakarta - Bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, menjadi sasaran pencurian. Sejumlah peralatan dapur dan perlengkapan operasional dilaporkan raib saat gedung tersebut masih belum beroperasi.

Kasatreskrim Polres Pesisir Barat, Iptu Meidy Hariyanto mengatakan, polisi telah menerima laporan dugaan tindak pidana pencurian dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/127/VII/2026/SPKT/Polres Pesisir Barat/Polda Lampung tertanggal 27 Juli 2026.

Peristiwa itu diketahui pada Minggu (26/7/2026) sekira pukul 16.00 WIB, di Yayasan SPPG Bumi Artha Semesta, Dusun Usang Pulau, Pekon Marang, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat.

Menurut Meidy, pelapor Aris Biantoro awalnya berada di lokasi pengunduhan sawit di belakang bangunan SPPG. Saat itu ia melihat pipa paralon sumur bor dalam kondisi patah. Bersama seorang saksi bernama Komang Ardane, pelapor kemudian memeriksa kondisi bangunan.

"Setelah dicek, pintu belakang gedung sudah terlepas. Saat masuk ke dalam, kondisi ruangan terlihat berantakan dan sejumlah barang sudah hilang," kata Meidy, Sabtu (1/8/2026).

Hasil pemeriksaan menunjukkan berbagai perlengkapan penting di dalam gedung telah raib.

"Barang yang hilang di antaranya satu unit genset merek Champion, kulkas, freezer, timbangan digital, alat pemadam ringan, alat pengukur suhu, selang regulator, mesin rice steamer, kabel pompa air sepanjang 10 meter, serta sekitar 50 celemek," sebutnya.

Usai mengetahui kejadian tersebut, pelapor menutup kembali pintu bangunan agar tidak ada lagi barang yang hilang, kemudian melaporkannya kepada salah satu investor yayasan sebelum membuat laporan resmi ke Polres Pesisir Barat. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan kondisi bangunan dalam keadaan berantakan. Seluruh barang yang dilaporkan hilang juga dipastikan sudah tidak berada di dalam gedung.

Selain itu, polisi menyebut bangunan Yayasan SPPG Bumi Artha Semesta diketahui masih belum beroperasi. "Kami telah melakukan cek TKP serta mengumpulkan keterangan sejumlah saksi. Saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan tim untuk mengungkap pelakunya," jelasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya