Apple Kuasai Hampir 50 Persen Pendapatan Smartphone Global Berkat Produk Ini

Apple berhasil menguasai 49 persen dari total pendapatan smartphone dunia pada Q2 2026.

oleh IskandarDiterbitkan 02 Agustus 2026, 12:11 WIB
Kantor Apple di Beijing - ilustrasi (ist.)

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah kondisi pasar smartphone global yang dibayang-bayangi kelangkaan komponen, Apple justru mencatatkan rekor kinerja keuangan baru.

Laporan terbaru dari lembaga riset Counterpoint Research mengungkapkan raksasa teknologi asal Cupertino tersebut berhasil menguasai 49 persen dari total pendapatan smartphone dunia pada kuartal kedua (Q2) tahun ini.

Capaian itu menjadi pangsa pendapatan kuartal kedua tertinggi sepanjang sejarah Apple. Pendapatan dari lini iPhone melonjak 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-over-year/YoY), menjadikan Apple sebagai produsen dengan pertumbuhan tercepat di antara lima besar merek ponsel dunia.

Secara industri, sebagaimana dikutip dari 9to5Mac, Minggu (2/8/2026), total pendapatan smartphone global sebenarnya tumbuh 7 persen secara tahunan.

Namun, Apple berhasil mengoptimalkan celah pasar melalui peningkatan harga jual rata-rata iPhone yang kini mencapai USD 946 (Rp 17 jutaan), naik dari USD 879 (Rp 15,8 jutaan) pada tahun sebelumnya.

Dari sisi volume pengiriman, Apple juga membukukan rekor kuartal kedua terbaiknya dengan meraih 21 persen pangsa pasar, naik dari 17 persen pada periode sebelumnya.

Meski demikian, posisi Apple secara volume masih berada di peringkat kedua di bawah Samsung yang memimpin dengan pangsa pasar 23 persen.

Sebaliknya, mayoritas kompetitor Apple justru mengalami penurunan pengiriman. Xiaomi mencatat koreksi paling tajam, di mana pangsa pasarnya merosot dari 14 persen menjadi 11 persen akibat volume pengiriman unit yang anjlok hingga 26 persen secara tahunan.

 

Strategi Tahan Harga di Tengah Krisis Memori

Faktor utama yang mengguncang industri smartphone saat ini adalah krisis kelangkaan chip memori global. Lonjakan harga komponen memaksa banyak produsen ponsel Android menaikkan harga jual produk mereka secara signifikan.

Menariknya, Apple mengambil langkah berbeda dengan menahan harga iPhone tetap stabil. Kemampuan Apple dalam menyerap kenaikan biaya bahan baku membuat posisi tawar iPhone menjadi lebih kompetitif di mata konsumen.

Pertumbuhan Apple sebagian besar didorong oleh tingginya permintaan terhadap lini iPhone 17, khususnya model standar iPhone 17 dan varian tertinggi iPhone 17 Pro Max. Dominasi varian premium ini sukses memperkuat penetrasi pasar Apple di Tiongkok, Eropa, hingga negara-negara berkembang.

 

Tantangan Rantai Pasokan di Kuartal Mendatang

Kendati mencetak rekor positif, Apple diperkirakan tidak akan selamanya kebal dari tekanan industri. Laporan Counterpoint ini sejalan dengan peringatan resmi dari Apple saat mengumumkan laporan keuangan kuartal ketiga fiskal 2026.

Manajemen Apple memperingatkan kendala rantai pasokan akan meningkat signifikan pada kuartal mendatang (periode September), yang berpotensi berdampak pada ketersediaan stok iPhone, iPad, hingga Mac.

Para analis memprediksi Apple kemungkinan besar akan mulai menyesuaikan harga jual produknya dalam beberapa kuartal ke depan untuk menjaga margin keuntungan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya