Semeru Erupsi Lima Kali, Zona Bahaya hingga 13 Kilometer

Erupsi terjadi Sejak Jumat dini hari.

oleh Hermawan ArifiantoDiterbitkan 01 Agustus 2026, 08:45 WIB
Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Capai 800 Meter

Liputan6.com, Jakarta - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, kembali meningkat. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat mengalami erupsi sebanyak lima kali sepanjang Jumat (31/7/2026), dengan letusan terakhir yang memuntahkan kolom abu setinggi 800 meter di atas puncak pada malam hari. ​Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, mengonfirmasi bahwa letusan penutup pada hari Jumat terjadi menjelang tengah malam.

​"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada Jumat, 31 Juli 2026, pukul 21.52 WIB. Tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak atau 4.476 meter di atas permukaan laut," ujar Sigit, Sabtu (1/8/2026)

​Berdasarkan pengamatan visual dan seismik, kata Sigit, Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, mengarah ke timur laut dan timur. Sedangkan Letusan terekam memiliki amplitudo maksimum 22mm dengan durasi 160 detik.

"Sepanjang Jumat (pukul 00.08–21.52 WIB), Semeru meletus sebanyak 5 kali dengan variasi tinggi kolom letusan antara 500 hingga 800 meter," tambah Sigit

Status Level Siaga

Saat ini, status Gunung Semeru masih bertahan pada Level III Siaga. Mengingat potensi bahaya yang sewaktu-waktu dapat mengancam, pihak berwenang mengeluarkan rekomendasi keselamatan ketat bagi warga maupun wisatawan.

Di sektor Tenggara atau wilayah Besuk Kobokan masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun dalam radius 13 kilometer dari puncak. Di luar jarak tersebut, warga wajib menjauhi jarak 500 meter dari sempadan sungai karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km

Selain itu warga juga dilarang mendekati kawah/puncak dalam radius 5 km guna menghindari risiko lontaran batu pijar.

 "Masyarakat kami imbau mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang sungai yang berhulu di puncak, khususnya Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta anak-anak sungai di sekitarnya," pungkasnya

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya