Liputan6.com, Jakarta - Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria memberikan bocoran mengenai penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh. Keputusan finalnya akan diumumkan dalam waktu dekat.
Dony menerangkan saat ini pihaknya sedang membenahi seluruh BUMN, termasuk menyelesaikan utang yang jadi beban PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Dia mengakui sudah ada keputusan yang akan diambil pemerintah.
Advertisement
" Ini juga termasuk. Ya ini saya yang menyelesaikannya. Jadi kita berupaya menyelesaikannya sudah ada keputusan tentunya," ujar Dony di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Dia mengungkap persoalannya bisa selesai dalam waktu beberapa pekan ke depan. "Tinggal, mudah-mudahan dalam beberapa minggu ini akan segera beres. Sabar, kita selesaikan satu-satu," katanya.
Kepala Badan Pengaturan BUMN ini mengatakan kemungkinan pola yang dijalankan adalah pemerintah mengambil alih aset prasarana KCIC. Namun, tetap prosesnya mengikuti upaya pembenahan BUMN lainnya.
"Insya Allah kemungkinan akan dilakukan dengan pola demikian, akan dihibahkan. Nah karena itu, maksud saya itu satu-satu. Satu-satu kita bereskan. Mohon kesabarannya. Lagi menunggu semoga segera (diumumkan solusi final utang KCIC)," beber dia.
Utang Proyek KCIC Bebani BUMN
Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengungkap beban utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh terhadap keuangan pemegang saham. Itu merujuk pada BUMN dalam konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).
Dony mengamini beban utang proyek itu ditanggung oleh pemegang saham dalam konsorsium PSBI tersebut, termasuk PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
"Kalau ditanya sama saya dulu kenapa begitu, ya tentu teman-teman silahkan cari tahu. Tetapi saya hanya membetulkan bahwa memang terbebani," kata Dony di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (31/7/2026).
"WIKA terbebani, mereka punya saham di KCIC. Ada tagihan dia yang juga belum di-seattle. Ya tentu orang-orang juga tahu. Ini menjadi beban buat mereka," ia menambahkan.
Beban Keuangan KAI
Perlu diketahui, dalam laporan keuangan KAI per semester I-2026, PSBI mencatatkan rugi sebesar Rp 5,13 triliun. PSBI juga mencatat total liabilitas sebesar Rp 21,54 triliun, lebih tinggi dari nilai asetnya sebesar Rp 21,52 triliun.
Padahal, pendapatan KAI mengalami kenaikan 6,6 persen menjadi Rp 17,95 triliun di semester I-2026. Sementara, laba bersih KAI turun drastis 73,9 persen menjadi Rp 305,3 miliar.
Kepala Badan Pengaturan BUMN ini memastikan seluruh persoalan perusahaan pelat merah, termasuk utang kereta cepat ini akan diselesaikan. "Tetapi kan pada akhirnya harus kita selesaikan. Gak mungkin kita diamkan. Jadi saya hanya berupaya menyelesaikan satu-satu. Bagaimana kemudian ini semuanya menjadi proper dan benar," tutur dia.
Tak Bebani APBN
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap bocoran skema pembiayaan untuk menutup utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Whoosh. Dia memastikan skema penyelesaiannya tak akan membebani kas negara atau APBN.
Purbaya mengatakan skema pembayaran utang proyek Whoosh belum diputuskan pemerintah. Namun, diupayakan untuk tidak banyak menggunakan kas negara.
"Whoosh nanti enggak, belum, skemanya belum saya kasih tahu, nanti enggak seperti ini Whoosh itu. Whoosh itu walaupun di pemerintah, tapi kita kecilkan semaksimal mungkin dana APBN yang di pakai yang bayar Whoosh, tapi dikelola oleh kami," kata Purbaya, ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (23/7/2026).