Belum Ada Kesimpulan Kasus Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Ini Alasan Polisi

Polisi masih menunggu keterangan Jesslyn Wijaya untuk memastikan ada tidaknya unsur pidana.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 31 Juli 2026, 17:05 WIB
Foto atlet golf putri Jesslyn Wijaya. (Dok. Instagram @jesswijgolf)

Liputan6.com, Jakarta - Polisi masih mendalami ada atau tidaknya unsur tindak pidana dalam kasus atlet golf putri, Jesslyn Wijaya. Penyidik perlu mendapatkan keterangan langsung dari atlet golf putri tersebut sebelum mengambil kesimpulan.

Keterangan Jesslyn diperlukan untuk memastikan apakah perjalanan dari Mangga Besar, Jakarta Pusat, menuju Semarang hingga akhirnya tiba di Bangkok dilakukan atas kehendaknya sendiri atau karena adanya paksaan.

“Belum bisa kita pastikan sebelum kita mendapat keterangan langsung dari Jesslyn-nya,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra di Polda Metro Jaya, Jumat (31/7/2026).

Menurut Roby, ada satu hal penting yang harus digali penyidik, yaitu bagaimana sikap Jesslyn ketika dibawa dari Jakarta menuju Semarang hingga kemudian terbang ke luar negeri.

Jika Jesslyn ternyata mengikuti seluruh perjalanan dengan kesadarannya sendiri dan tidak mengalami paksaan, polisi menilai tidak ada perbuatan pidana.

“Kalau memang ternyata dia tidak keberatan, kemudian ikut ke Semarang, kemudian sampai dengan Bangkok itu dengan kesadarannya sendiri dan tanpa paksaan, baik secara fisik maupun psikologi, itu tidak ada perbuatan pidananya,” ujar Roby.

 

Suruhan Ibunya

Foto atlet golf putri Jesslyn Wijaya. (Dok. Instagram @jesswijgolf)

Persoalan ini menjadi penting karena polisi telah mengetahui orang-orang yang membawa Jesslyn dari sebuah restoran di kawasan Mangga Besar. Mereka disuruh ibu Jesslyn untuk membawa putrinya ke Semarang.

“Kita tahu, sudah tahu. Ada orang-orang yang disuruh oleh ibunya, ibunya Jesslyn yang suruh,” ungkap Roby.

Dari Semarang, Jesslyn kemudian terbang melalui Bandara Ahmad Yani menuju Malaysia. Perjalanan dilanjutkan ke Bangkok bersama ibu dan bibinya.

Polisi juga menemukan dugaan persoalan keluarga di balik kejadian tersebut. Orang tua Jesslyn kemungkinan tidak setuju putrinya berkomunikasi atau berhubungan dengan pacar maupun teman-temannya.

“Ya, kemungkinan adalah ketidaksetujuan dari orang tua Jesslyn terhadap Jesslyn yang melakukan komunikasi atau berhubungan dengan pacar atau kawan-kawannya,” kata Roby.

 

Laporan Dicabut

Ketika ditanya apakah Jesslyn berusaha dipisahkan, Roby menjawab, “Iya.”

Kasus ini bermula ketika Jesslyn dilaporkan dibawa empat hingga lima orang dari restoran di Mangga Besar pada 13 Juli 2026. Laporan dugaan penculikan itu belakangan dicabut pelapor berinisial NA.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya