Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 118.432 peserta bersaing ketat memperebutkan posisi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Sekolah Rakyat. Di tengah tingginya antusiasme tersebut, Badan Kepegawaian Negara (BKN) memastikan seluruh proses seleksi berjalan profesional, transparan, dan berbasis merit.
Kepala BKN, Prof. Zudan, menegaskan hal tersebut saat meninjau langsung pelaksanaan seleksi kompetensi calon PPPK Sekolah Rakyat di UPT BKN Kendari, Sulawesi Tenggara. Menurutnya, kualitas lulusan Sekolah Rakyat sangat bergantung pada kualitas para pengelola yang direkrut sejak tahap awal.
Advertisement
"BKN terus mengawal pelaksanaan program prioritas Presiden melalui penyelenggaraan seleksi yang profesional dan berbasis merit," ungkap Zudan di sela peninjauan dan pembukaan seleksi dikutip dari laman resmi BKN, Jumat (31/7/2026).
Ia meyakini bahwa salah satu kunci keberhasilan program Sekolah Rakyat adalah hadirnya SDM pilihan, mulai dari guru, kepala sekolah, wali asuh, hingga tenaga non-kependidikan terbaik yang mampu mengelola pendidikan secara profesional dan berkelanjutan.
Andalkan Sistem CAT
Untuk menyaring SDM unggul, BKN mengandalkan sistem Computer Assisted Test (CAT). Sistem ini mengedepankan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan objektivitas sehingga nilai yang keluar benar-benar mencerminkan kemampuan asli peserta. Langkah ini diambil agar kandidat yang lolos memiliki kompetensi, integritas, serta komitmen tinggi terhadap dunia pendidikan.
Di hadapan para peserta, Zudan juga mengajak peserta untuk percaya pada kemampuan diri sendiri dan bekerja secara cepat, tepat, serta akurat. Ia mengingatkan agar peserta tidak tergiur menggunakan cara-cara curang.
"Proses seleksi ini dirancang untuk memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta. Fokus pada usaha dan kemampuan masing-masing tanpa mengandalkan cara-cara di luar mekanisme yang telah ditetapkan," tegasnya.
Sebagai informasi, seleksi kompetensi PPPK Sekolah Rakyat ini digelar serentak di 42 titik lokasi se-Indonesia sejak 17 Juli. Sebanyak 118.432 peserta yang tersaring berjuang menembus persaingan demi mendukung program prioritas Presiden dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di tanah air.