Power Bank Penumpang Percikan Api, Batik Air Investigasi Penyebabnya

Power bank milik penumpang penerbangan Batik Air ID-6143 mengeluarkan asap dan percikan api saat mengudara. Awak kabin sigap amankan potensi bahaya.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 30 Juli 2026, 14:55 WIB
Ilustrasi penerbangan Batik Air (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Batik Air memastikan seluruh penumpang dan awak pesawat dalam kondisi selamat setelah sebuah power bank milik penumpang mengeluarkan asap disertai percikan api pada penerbangan ID-6143 rute Makassar–Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Insiden tersebut terjadi saat pesawat sedang mengudara. Awak kabin yang telah mendapat pelatihan penanganan kondisi darurat langsung menjalankan prosedur keselamatan menggunakan peralatan yang tersedia di pesawat, sehingga situasi dapat segera dikendalikan dengan cepat.

Corporate Communications Strategic Batik Air, Danang Mandala Prihantoro, menegaskan bahwa ketentuan mengenai pembawaan dan penggunaan power bank telah diatur secara ketat demi menjaga keselamatan penerbangan.

"Power bank sama sekali tidak diperkenankan digunakan untuk mengisi daya perangkat elektronik selama penerbangan berlangsung," ujar Danang saat dikonfirmasi, Kamis (30/7/2026).

Selama proses penanganan di udara, awak kabin memastikan keamanan para penumpang di sekitar lokasi kejadian dan terus berkoordinasi dengan kapten penerbang. Pesawat akhirnya melanjutkan perjalanan dan mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

 

Aturan Membawa Power Bank

Ilustrasi power bank. (iStock)

Atas insiden ini, pihak maskapai kembali mengingatkan bahwa power bank wajib dibawa sebagai bagasi kabin (hand carry) dan tidak boleh dimasukkan ke dalam bagasi tercatat (palka) ataupun disimpan di dalam kompartemen atas tempat penyimpanan barang. Selama penerbangan, perangkat penyimpan daya tersebut harus tetap berada dalam pengawasan langsung pemiliknya.

Saat ini, Batik Air masih melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui penyebab pasti pemicu insiden tersebut dengan mengumpulkan data serta informasi yang diperlukan. Hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar evaluasi prosedur keselamatan lebih lanjut.

"Saat ini Batik Air masih melakukan proses investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut dengan mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan," pungkas Danang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya