Liputan6.com, Jakarta - Bukan hanya sekadar pementasan, teater merupakan cermin kehidupan manusia yang tentunya dari dulu selalu beresonansi dengan keadaan sosial dan politik. Sebuah lakon Teater Koma yang bertajuk Rumah Sakit Jiwa kembali ditampilkan, setelah pertama kali dipentaskan pada 3 Desember 1991 silam.
Walaupun dibuat pada 1991, teater ini tetap menawarkan akting apik, seni artistik, serta cerita yang menarik. Meski naskah aslinya berasal dari tiga dekade lalu, tak membuat karya ini ketinggalan zaman, malah karya ini tetap relevan hingga saat ini.
Advertisement
Diawali dengan pembukaan yang membuat para penonton merinding di mana para pasien sakit jiwa mendeskripsikan ketakutan di depan para dokter termasuk dokter muda Rogusta (Lutfi Ardiansyah) dan Profesor Sidarita (Bayu Dharmawan Saleh).
Menurut Profesor Sidarita selaku pemimpin Rumah Sakit Jiwa (RSJ) itu, kegiatan pasien yang mendeskripsikan ketakutan adalah bagian dari metode pengobatan yang sudah dilakukan sejak bertahun-tahun lamanya walaupun belum ada hasil yang signifikan.
Namun, dokter Rogusta melihat sesuatu yang aneh dan ekstrem dari metode pengobatan ini. Ia memiliki banyak pertanyaan yang ia utarakan. Namun sebanyak apa pun ia bertanya, jawabannya nihil.
Proses Rogusta Memperbaiki Sistem Pengobatan Jiwa
Bertanya-tanya mengapa pengobatan yang asing ini bisa diterapkan bertahun-tahun lamanya di rumah sakit itu, Rogusta berupaya memperbaiki metode pengobatan pasien sakit jiwa itu.
Dalam perjuangannya memperbaiki metode penyembuhan, ia tentu saja harus bantahan dan tolakan dari para senior dan pimpinan RSJ.
Saat metode pengobatan Rogusta sudah setengah jalan dan menjanjikan titik cerah kesembuhan bagi para pasien, para senior dan pemimpin rumah sakit terguncang lantaran takut dilangkahi oleh dokter muda itu.
Dapatkah Rogusta melanjutkan penyembuhan pasien sakit jiwa setelah para senior merasa tersaingi olehnya?
Review Singkat Lakon Rumah Sakit Jiwa
Dengan banyaknya adegan-adegan serta dialog yang mencerminkan situasi sosial dan politik saat ini, lakon ini dikategorikan sebagai sebuah drama satir. Akting yang luwes serta set panggung yang didesain sedemikian rupa agar sempurna membuat para penonton bertepuk tangan secara meriah.
Emosi dari masing-masing karakter pun tersampaikan secara lancar kepada para penonton. Ditambah lagi, lakon ini membuat para penonton bisa merefleksikan diri dan kenyataan yang terjadi.
Performa Lutfi Ardiansyah dalam Memerankan Rogusta
Akting kharismatik Lutfi Ardiansyah, pemeran karakter Rogusta begitu mengesankan. Emosi dan tekadnya untuk mengobati pasien dengan cara yang manusiawi sangat terasa sehingga membuat para penonton ikut geregetan kepada lawan mainnya seperti Profesor Sidaria (Bayu Dharmawan Saleh), Mak Beo (Ina Kaka), dan dokter Tunggul (Edopaha).
Lewat lakon Rumah Sakit Jiwa, penonton dapat melihat perumpamaan lain dari perubahan dan situasi dunia saat ini. Teater Rumah Sakit Jiwa yang dipentaskan oleh Teater Koma akan digelar mulai 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki.
Jangan sampai ketinggalan!