Dorong 5,4 Juta UMKM Jabar Naik Kelas, Kementerian Kebut Kemitraan Rantai Pasok

Wamen UMKM Helvi Moraza pertegas komitmen pemerintah memperluas akses pasar dan legalitas usaha mikro di Jawa Barat lewat platform integrasi SAPA UMKM.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 30 Juli 2026, 09:00 WIB
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah harus memiliki empat pilar agar bisnisnya tumbuh dan bisa naik kelas. Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza mengatakan, empat pilar tersebut dikenal dengan nama LIDI yaitu loyalitas, integritas, disiplin dan inovasi.

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) membukukan potensi transaksi dan komitmen kemitraan senilai Rp 6,88 miliar melalui ajang KUMITRA Jambore 2026 di Bandung, Jawa Barat. Program tersebut ditujukan untuk memperluas akses pasar sekaligus mengintegrasikan UMKM ke dalam rantai pasok nasional.

Wakil Menteri UMKM, Helvi Moraza, mengatakan bahwa capaian tersebut menunjukkan produk UMKM, khususnya pengusaha mikro di Jawa Barat, memiliki peluang besar menembus pasar yang lebih luas melalui kemitraan dengan berbagai sektor usaha.

"Capaian senilai Rp 6,88 miliar ini bukan sekadar angka. Ini merupakan bukti bahwa produk pengusaha mikro di Jawa Barat memiliki kualitas, kapasitas, dan peluang untuk menembus pasar yang lebih luas," ujar Helvi dikutip Kamis (30/7/2026).

Implementasi Perpres dan Penguatan 5,4 Juta UMKM Jabar

Helvi menjelaskan, KUMITRA Jambore menjadi bagian dari implementasi Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional. Pemerintah juga mengintegrasikan layanan pendampingan, legalitas usaha, pembiayaan, hingga akses pasar melalui platform SAPA UMKM.

Menurutnya, Jawa Barat memiliki sekitar 5,4 juta UMKM. Namun, sebagian besar di antaranya masih berskala mikro dan belum terhubung secara optimal dengan akses pembiayaan, teknologi, pasar, maupun rantai pasok nasional.

"Tugas kita bukan hanya menambah jumlah pengusaha, tetapi memastikan pengusaha UMKM dan para wirausaha mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, memperluas pasar, serta menciptakan lapangan kerja yang berkualitas," tegas Helvi.

OJK Janji Genjot Kredit UMKM dan Perluas Akses Pasar

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi. (Liputan6/Tira Santia).

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan siap menindaklanjuti masukan Komisi XI DPR RI untuk mendorong pertumbuhan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). OJK menilai peningkatan pembiayaan UMKM menjadi pekerjaan rumah bersama pemerintah dan industri jasa keuangan.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan isu pertumbuhan kredit UMKM menjadi salah satu perhatian utama dalam rapat bersama Komisi XI DPR. OJK berkomitmen memperkuat berbagai program agar penyaluran kredit kepada sektor UMKM terus meningkat.

"Bapak Ibu Anggota Komisi XI banyak mempertanyakan tentang kredit UMKM, jadi ini PR kita semua bagaimana nanti kredit UMKM bisa tumbuh,” kata Friderica di Kompleks DPR RI, Senin (20/7/2026).

Friderica menjelaskan OJK terus mendorong pendalaman pasar keuangan dan memperkuat dukungan pembiayaan bagi UMKM. Upaya tersebut dilakukan di tengah kondisi sektor jasa keuangan yang tetap stabil. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya