Miliarder Arab Saudi Beli Saham Produsen Kendaraan Listrik Lucid Rp 2,34 Triliun

Miliarder sekaligus Pangeran Arab Saudi Alwaleed bin Talal kini mengenggam 5% saham perusahaan kendaraan listrik Lucid.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 29 Juli 2026, 20:40 WIB
Pangeran Saudi Alwaleed bin Talal (AFP Photo/Amer Hilabi)

Liputan6.com, Jakarta - Miliarder sekaligus Pangeran Arab Saudi Alwaleed bin Talal Al Saud telah mengakuisisi saham US$ 129,5 juta atau Rp 2,34 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.080) di Lucid Group Inc. Hal ini dinilai menjadi sebuah bentuk kepercayaan yang sangat dibutuhkan oleh produsen kendaran listrik itu, hanya beberapa minggu setelah perusahaan menepis rumor kebangkrutan yang mengancam.

Mengutip Yahoo Finance, Rabu, (29/7/2026), Alwaleed membeli 19,5 juta saham yang setara dengan kepemilikan 5% di Lucid Group Inc, menurut dokumen yang diungkapkan kepada regulator pada Selasa pekan ini. Juru bicara Alwaleed menuturkan, pembelian dilakukan saat harga saham Lucid sedang turun.

Pengungkapan kepemilikan saham ini menyusul masa-masa sulit bagi produsen mobil yang masih rugi tersebut. Awal Juli 2026, perusahaan membantah rumor pengajuan kebangkrutan tetapi mengakui telah menunjuk penasihat restrukturisasi dari AlixPartners, langkah yang memicu anjloknya harga saham hingga sempat mencapai 57% dalam satu hari.

Saham Lucid kemudian pulih, dan naik hampir 45% dari titik terendah sepanjang masa yang tercatat pada 14 Juli. Saham Lucid langsung melonjak ke level tertinggi pada sesi perdagangan setelah investasi Alwaleed diumumkan.

CEO baru, Silvio Napoli tengah berupaya memangkas biaya dan mengurangi jumlah karyawan melakukan peninjauan organisasi, seiring langkah perusahaan yang berbasis di Newark, California ini untuk meluncurkan platform kendaraan ukuran menengah yang akan datang, langkah yang secara luas dianggap sebagai kunci menuju profitabilitas.

 

Kinerja Saham Lucid

Pedagang bekerja di New York Stock Exchange, New York, 10 Agustus 2022. (AP Photo/Seth Wenig, file)

Saham Lucid telah turun sekitar 75% selama 12 bulan terakhir, menjadikannya aset dengan kinerja buruk yang mencolok bagi pemegang saham terbesarnya, Saudi Public Investment Fund (PIF). Dana kekayaan negara (sovereign wealth fund) Kerajaan tersebut memiliki 45,4% saham Lucid dan telah menyuntikkan dana lebih dari US$ 9 miliar atau Rp 162,72 triliun ke dalamnya.

Alwaleed, seorang investor ekuitas kawakan, menjual sebagian kecil saham di perusahaan investasi miliknya yang terdaftar di bursa, Kingdom Holding Co., kepada PIF senilai US$ 1,5 miliar atau Rp 27,1 triliun pada 2022.

Juru bicara Lucid menyatakan, perusahaan tidak memberikan komentar mengenai investasi individu. "Namun kami mengetahui dan menghargai bentuk kepercayaan independen tersebut,” kata juru bicara itu.

 

Investasi Pangeran Alwaleed bin Talal

Pangeran Arab Saudi Alwaleed bin Talal . (AFP/Fayez Nureldine)

Alwaleed memiliki beragam investasi di kawasan Teluk maupun secara global, termasuk kepemilikan saham di Citigroup Inc. dan Snap Inc., baik secara pribadi maupun melalui Kingdom Holding. Sebagai salah satu orang terkaya di Timur Tengah, kekayaannya tercatat sebesar US$ 24,2 miliar atau Rp 437,56 triliun menurut Bloomberg Billionaires Index.

Alwaleed memegang saham Lucid tersebut secara langsung. Menurut juru bicaranya, ia memperoleh saham-saham tersebut saat terjadi penurunan harga saham baru-baru ini, ketika nilai pasar perusahaan berada di bawah US$ 2 miliar atau Rp 36,1 triliun.

PIF dan berbagai entitas pemerintah lainnya, seperti Kementerian Investasi, secara diam-diam telah mendorong keluarga-keluarga terkaya di negara itu untuk bekerja sama dalam kesepakatan-kesepakatan yang mendukung rencana Putra Mahkota Mohammed bin Salman guna mentransformasi perekonomian melalui agenda Visi 2030. Alwaleed juga merupakan investor di SpaceX bersama dengan PIF, yang sahamnya telah merosot sejak debutnya yang mencetak rekor pada Juni lalu.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya