Dedi Mulyadi Ungkap Jaringan Begal di Jabar Mayoritas dari Lampung

Menurut Dedi, temuan tersebut menunjukkan bahwa pelaku kejahatan jalanan di Jawa Barat tidak seluruhnya merupakan warga setempat.

oleh Azzura GalexiaDiterbitkan 29 Juli 2026, 19:59 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyerahkan bonus sebesar Rp1 Miliar secara langsung kepada Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Glenn Sugita di Gedung DPRD Jawa Barat, Rabu (3/6/2026). (Bola.com/Erwin Snaz)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut mayoritas pelaku begal yang ditangkap aparat kepolisian di Jawa Barat merupakan bagian dari jaringan yang berasal dari Lampung.

Pernyataan itu disampaikan Dedi berdasarkan hasil koordinasinya dengan jajaran kepolisian terkait penanganan kejahatan jalanan di wilayah Jawa Barat.

"Jaringan begal itu kebanyakan, mohon maaf menyebut daerah, berasal dari Lampung yang tertangkap," kata Dedi di TPPAS Legok Nangka, Kabupaten Bandung, Rabu (29/7/2026).

Menurut Dedi, temuan tersebut menunjukkan bahwa pelaku kejahatan jalanan di Jawa Barat tidak seluruhnya merupakan warga setempat. Sebagian di antaranya berasal dari luar daerah dan tergabung dalam jaringan kriminal yang beroperasi di Jawa Barat.

"Artinya kejahatan itu tidak melulu dilakukan oleh warga Jabar, tetapi banyak juga orang luar yang merupakan bagian dari jaringan kejahatan yang beroperasi di Jabar," ujarnya.

Di sisi lain, Dedi mengklaim angka kejahatan jalanan, termasuk kasus begal, mulai menunjukkan tren penurunan. Hal itu, kata dia, berdasarkan informasi yang diperoleh dari Kapolda Jawa Barat Irjen Pipit Rismanto.

"Dari sisi grafik, saya tanya ke Pak Kapolda, angka pembegalan dan kejahatan sudah makin turun," ungkapnya.

 

Sayembara Tangkap Begal

Sebelumnya, Dedi mengumumkan pemberian hadiah bagi warga yang berhasil menangkap pelaku begal, jambret, pencopet, maupun pencuri, lalu menyerahkannya kepada polisi dalam keadaan hidup. Nilai hadiah yang disiapkan berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 50 juta.

Selain itu, Dedi mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat dan Polda Metro Jaya untuk memperkuat patroli malam guna menekan angka kejahatan jalanan.

"Mobil patroli harus siaga setiap malam. Satpol PP dan Damkar juga disiagakan di titik-titik strategis untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan," katanya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya