Review Film Spider-Man: Brand New Day, Transformasi Peter Parker dan Para Jagoan Kesepian

Spider-Man: Brand New Day adalah film Tom Holland sebagai Sang Manusia Laba-Laba yang paling emosional.

oleh Ratnaning AsihDiterbitkan 29 Juli 2026, 22:12 WIB
Spider-Man: Brand New Day. (X/ SonyPicturesID)

Liputan6.com, Jakarta - Hidup Peter Parker (Tom Holland) berubah total di pengujung Spider-Man: No Way Home (2021). Mantra dari Doctor Strange menihilkan ingatan orang-orang terdekat tentang keberadaannya. Begitupun dengan sang kekasih, MJ (Zendaya), dan sobat kentalnya Ned (Jacob Batalon). 

Kini, dalam Spider-Man: Brand New Day yang tengah tayang di bioskop Indonesia, dampak nyata mantra Doctor Strange sungguh terasa untuk Peter. Hidupnya hanya dicurahkan untuk menumpas kejahatan sebagai Sang Manusia Laba-Laba, dan mengucilkan diri di apartemennya yang merupakan bekas gudang--tapi penuh dengan mesin dan komputer canggih.

Satu-satunya manusia yang ia ajak bicara adalah Detektif Polisi Jean DeWolff (Liza Colón-Zayas), itu pun lagi-lagi cuma untuk koordinasi soal memberangus kriminal di New York, bukan obrolan personal. 

Namun bertahun-tahun berlalu, hatinya masih terasa perih setiap mengenang kebersamaan dengan MJ dan Ned. Yang bisa ia lakukan hanyalah memantau kabar mereka dari media sosial--dan mengalihkan pikirannya dengan menumpas kejahatan.

Sampai muncul satu musuh misterius yang mengguncang Peter. Sosok ini, mengincar sesuatu dalam Badan Pemerintah Pengendalian Kerusakan, atau Department of Damage Control, tapi entah apa yang ia cari. 

Ngerinya, sang musuh bisa merasuk dan mengendalikan pikiran dan gerak tubuh seseorang, membuat korbannya melakukan apa pun yang diinginkan sosok tak terlihat ini. Namun, indera Spider-Man mampu mendeteksi perpindahan sosok ini di antara para korbannya. 


Transformasi Spider-Man

Spider-Man: Brand New Day. (SonyPictures/ Marvel Studio via IMDb)

Kemampuan Spider-Man ini membuatnya menjadi penghalang bagi rencana sang musuh, ia pun diincar untuk dicari kelemahannya. Didapatkanlah satu nama yang begitu disayang Peter: MJ.

Tahu wanita ini terancam bahaya, Spider-Man langsung bergerak menuju lokasi MJ, demi membawanya ke lokasi yang aman. Ia pun terpaksa meminta bantuan pada Frank alias The Punisher (Jon Bernthal). Hubungan mereka, antara "musuh tapi teman" dan "teman tapi musuh."

Bukan ini saja masalah yang dihadapi Spider-Man. Di tengah kekalutan tentang musuh misterius ini, ia juga menghadapi perubahan aneh dalam dirinya. DNA laba-laba dalam tubuhnya memuncak, membuat ledakan emosi yang destruktif kadang muncul dari dirinya. Ia bahkan mengeluarkan jaring laba-laba dari tubuhnya sendiri.

Lanjut Baca:

Gamang dengan kondisi ini, ia berkonsultasi pada Bruce Benner (Mark Ruffalo), untuk "menjinakkan" laba-laba dalam dirinya. Berhasilkah Peter Parker mengalahkan sang musuh misterius sekaligus kekuatan mengerikan dalam dirinya ini?

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya