Koster soal Event Lari WNA di Canggu: Tak Ada Komunitas Asing Eksklusif di Bali

Koster menjamin kondisi Bali kondusif termasuk menyangkut urusan WNA.

oleh Lia HarahapDiterbitkan 29 Juli 2026, 11:51 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster usai rapat koordinasi bersama Forkopimda Bali bahas kasus ajang lari oleh komunitas WNA di Canggu (Dok: Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Bali, Wayan Koster, ikut mengomentari kegiatan lari yang hanya diperuntukkan para bule alias warga negara asing (WNA). Koster tegaskan tidak ada komunitas WNA eksklusif di Bali.

Seperti diketahui, komunitas WNA Entourage Bali di Canggu menggelar event lari berjudul Silent Disco. Kegiatan itu banyak dikecam dan dinilai diskriminatif terhadap WNI.

“Kalau komunitas eksklusif menurut saya di Bali ini dulu pernah ada komunitas tempat tinggal (Kampung Rusia), ternyata itu sudah tidak ada lagi, nah sekarang juga tidak ada," ujar Koster usai rapat Forkopimda, dikutip dari Antara, Rabu (29/7/2026).

“Yang Silent Disco saya dapat laporan itu ternyata tidak tidak seperti yang diberitakan, orang Indonesianya ada, jadi tidak benar kabar itu."

Koster menjamin kondisi Bali kondusif termasuk menyangkut urusan WNA. Sehingga forkopimda memastikan Bali masih tetap pilihan destinasi wisata utama dunia.

"Secara umum, laporan dari Bapak Kapolda, Bapak Danrem, Bapak Kajati, Kabinda, itu secara umum kondisi Bali ini baik, kondusif, aman, hanya memang kita harus bisa membedakan dinamika di media sosial yang menjadi banyak pertanyaan-pertanyaan seakan Bali ini sesuatu yang terganggu, sebenarnya tidak seperti itu adanya," ujar Koster.

 

Siapapun Bisa Lari di Bali

Meski dipastikan tidak ada ekslusifitas pada ajang lari oleh WNA di Canggu, Pemprov Bali memastikan evaluasi dan peningkatan intensitas kerja terus dilakukan sesuai dengan tupoksinya masing-masing.

"Semua itu dalam rangka menjaga agar Bali tetap terjaga dengan baik sebagai destinasi wisata utama dunia, maupun juga kepentingan internal kita sebagai bagian daripada penegakan hukum di Indonesia," kata Koster.

Disinggung soal buntut kejadian tersebut banyak komunitas lari hentikan aktivitas lari bareng, Gubernur Koster menilai harusnya hal itu tidak perlu dilakukan. Menurut dia, Bali sebagai wilayah yang juga mendorong wisata olahraga mempersilakan aktivitas lari yang tidak mengganggu dilakukan seperti biasa.

"Kan lari biasa saja boleh tidak ada hal yang perlu dirisaukan sepanjang dia tidak mengganggu, ini kan dilakukan pagi hari, kan tidak ada terganggu biasa saja, kita-kita juga sering lari kan," katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya