Liputan6.com, Jakarta - Provinsi Lampung mulai terdampak kemarau panjang, sedikitnya 600 warga atau sekitar 150 kepala keluarga (KK) kesulitan mendapatkan air bersih, setelah sumur yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan sehari-hari mengering.
Kondisi terbaru terjadi di Perumahan Alam Asri, RT 1, Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, Sabtu (25/7/2026). Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung, sumur warga tak lagi mampu memasok air sehingga ratusan warga terdampak.
Advertisement
Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Lampung, Muhammad Fareza Revanza, mengatakan peristiwa tersebut merupakan bagian dari enam laporan kekeringan yang diterima BPBD selama musim kemarau tahun ini.
"Untuk saat ini ada enam laporan kekeringan. Semuanya berasal dari Bandar Lampung. Empat laporan berkaitan dengan gangguan teknis layanan PDAM, sedangkan dua laporan lainnya disebabkan sumur warga mengering," ujar Fareza, Rabu (29/7/2026).
Sebelumnya, kejadian serupa juga dilaporkan di Kelurahan Pahoman, Kecamatan Enggal, pada 5 Juni 2026. Saat itu, empat kepala keluarga atau 14 jiwa mengalami krisis air bersih akibat sumur mengering yang diperparah terganggunya layanan air bersih.
Meski baru Bandar Lampung yang melaporkan kejadian kekeringan, BPBD mengungkapkan debit air sumur di sejumlah daerah lain di Lampung mulai mengalami penurunan.
"Kami mendapat informasi volume air sumur di beberapa wilayah mulai berkurang. Kemungkinan karena belum sampai benar-benar kering, sehingga belum ada laporan resmi yang masuk," jelas Fareza.
Kekeringan Berpotensi Meluas
BPBD mengingatkan ancaman kekeringan berpotensi meluas ke hampir seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung. Berdasarkan Kajian Risiko Bencana (KRB), sebagian besar wilayah memiliki tingkat kerawanan kekeringan kategori sedang hingga tinggi.
Fareza menuturkan musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga September 2026, sehingga masyarakat diminta mulai mengantisipasi kemungkinan berkurangnya ketersediaan air bersih.
"Hampir seluruh wilayah Lampung berpotensi terdampak kekeringan pada musim kemarau kali ini. Karena itu kami mengimbau masyarakat mulai menghemat penggunaan air dan meningkatkan kewaspadaan apabila debit sumur terus menurun," tandasnya.