Emiten GOTO Batalkan Saham Treasuri Buat Program Karyawan

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akan mengubah pengalihan saham treasuri sebanyak 32.186.417.803 saham.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 29 Juli 2026, 06:00 WIB
Kantor PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Liputan6.com/Tira)

Liputan6.com, Jakarta - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengumumkan akan mengubah rencana pengalihan saham hasil pembelian kembali atau saham treasuri dengan cara pengurangan modal. Langkah ini dilakukan dengan mempertimbangkan dan mengkaji berbagai faktor seperti kondisi pasar global dan nasional terkini. Selain itu, perseroan juga mempertimbangkan segala dinamika yang terjadi pada saat ini, kepentingan perserian dan manfaat optimal bagi seluruh pemegang saham perseroan.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu, (29/7/2026), perseroan mengubah rencana pengalihan saham treasuri sebanyak 32.186.417.803 lembar saham seri A yang berasal dari saham hasil pembelian kembali sejak 12 Juni 2024-11 Juni 2025.

Pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan perseroan pada 18 Juni 2025, perseroan sudah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham untuk mengalihkan saham hasil pembelian kembali saham 2024-2025.

Jumlah seluruh saham seri A yang diperoleh perseroan dari pelaksanaan buyback pada 2024-2025 sebesar 32.186.417.803 saham seri A untuk tujuan pelaksanaan program kepemilikan saham oleh karyawan, direksi dan dewan komisaris perseroan dalam program Employee Stock Ownership Plan (ESOP)/ Management Stock Option Plan (MSOP) memakai saham treasuri.

“Namun demikian, dengan mempertimbangkan dan mengkaji berbagai faktor, seperti kondisi pasar global dan nasional terkini beserta segala dinamika yang terjadi pada saat ini, kepentingan Perseroan, serta manfaat yang optimal bagi seluruh pemegang saham Perseroan, Perseroan memutuskan untuk membatalkan pelaksanaan Program Menggunakan Saham ESOP/MSOP Tresuri dan mengubah rencana pengalihan saham hasil pembelian kembali pengurangan modal, demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Pada awalnya, Perseroan berencana melaksanakan Program ESOP/MSOP memakai saham treasuri itu melalui mekanisme penawaran efek yang bukan merupakan penawaran umum sebagaimana diatur di dalam Peraturan OJK No. 29/POJK.04/2021 tentang Penawaran Yang Bukan Merupakan Penawaran Umum jo. Surat Edaran 33/SEOJK.04/2022 tentang OJK No. Pedoman Pelaksanaan Penawaran Efek Yang Bukan Merupakan Penawaran Umum.

 

Ikuti Sesuai Ketentuan

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) merilis laporan keuangan kuartal I 2026. (Foto:GoTo)

Perseroan akan mengikuti dan menjalankan seluruh ketentuan yang diatur dalam POJK 29/2023, Peraturan OJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham (POJK 15/2020) dan meminta persetujuan dari pemegang saham atas rencana pengalihan saham hasil pembelian kembali dengan cara pengurangan modal Perseroan, termasuk memberikan informasi lebih lanjut sebagai bagian dari pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham pada waktu yang tepat setelah Perseroan selesai melakukan seluruh kajian dan persiapan internal.

Seiring  saham tresuri yang diperoleh dari pembelian kembali saham yang dilaksanakan Perseroan sejak 19 Juni 2025-18 Juni 2026 (Pembelian Kembali Saham 2025-2026) sebesar 7.593.660.600 lembar saham Seri A, dengan mempertimbangkan dan mengkaji berbagai faktor.

Hal itu antara lain kondisi pasar global dan nasional terkini beserta segala dinamika yang terjadi pada saat ini, kepentingan Perseroan, serta manfaat yang optimal bagi seluruh pemegang saham Perseroan, Perseroan saat ini masih terus melakukan kajian lebih lanjut secara internal untuk menentukan rencana pengalihan kembali saham tresuri tersebut sesuai dengan ketentuan pengalihan kembali saham tresuri dengan tunduk pada ketentuan Pasal 16 dan Pasal 21 POJK 29/2023.

Perseroan akan menyampaikan keterbukaan informasi lebih lanjut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, apabila terdapat keputusan terkait dengan rencana pelaksanaan pengalihan saham dari saham tresuri yang dimiliki Perseroan tersebut.

"Kejadian ini tidak berdampak merugikan terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, keuangan dan kelangsungan usaha Perseroan,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya