Sampah di Gowa Bakal Punya Nilai Baru, Ini yang Sedang Disiapkan

Proyek pengolahan sampah di Gowa diperkirakan membuka 100 lapangan kerja.

oleh FauzanDiterbitkan 28 Juli 2026, 19:53 WIB
Tempat pembuangan sampah di Gowa. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Proyek pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik dan karbon bakal dibangun di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Hal ini setelah perusahaan energi asal Kanada Portage Energy Group menyatakan kesiapannya menanamkan investasi senilai lebih dari USD 80 juta atau sekira Rp 1,3 triliun. Selain mengubah sampah menjadi energi listrik dan karbon, pembangunan fasilitas itu diproyeksikan membuka lebih dari 100 lapangan kerja.

Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin mengatakan pihak perusahaan telah mempresentasikan kesiapan mereka membangun fasilitas pengolahan sampah modern yang menghasilkan energi listrik dan karbon. Pihaknya menyambut baik rencana investasi tersebut karena dinilai mampu menjawab persoalan sampah sekaligus menghadirkan sumber energi baru.

"Kemarin kita sudah menerima kunjungan mereka, kemudian hari ini ditindaklanjuti dengan rapat untuk mempresentasikan kesiapan membangun pengolahan sampah modern yang output-nya menjadi pembangkit listrik dan karbon. Tentu kami menyambut baik program ini," kata Darmawangsyah, Selasa (28/7/2026).

Meski demikian, Darmawangsyah mengatakan masih ada beberapa hal yang harus dimatangkan, terutama terkait ketersediaan bahan baku sampah. Saat ini produksi sampah di Kabupaten Gowa rata-rata 400 ton per hari, sedangkan fasilitas yang direncanakan membutuhkan sekitar 1.000 ton sampah per hari.

Karena itu, Pemkab Gowa akan membangun koordinasi dengan pemerintah daerah di sekitar, termasuk Kota Makassar dan Kabupaten Takalar, agar kebutuhan pasokan sampah tersebut dapat terpenuhi.

"Kami optimistis kebutuhan itu bisa dipenuhi. Yang pasti mereka sangat serius untuk memastikan pembangunan pabrik pengolahan sampah modern ini bisa terlaksana," katanya.

Selain memastikan pasokan sampah, Pemkab Gowa juga telah menyiapkan lahan seluas sekitar 8 hektare. Lokasi tersebut telah ditinjau langsung oleh pihak Portage Energy dan dinilai memenuhi persyaratan yang dibutuhkan perusahaan.

"Kebutuhan mereka sekitar delapan hektare dan kami sudah punya lahannya. Mereka juga sudah meninjau lokasi tersebut dan memenuhi syarat yang ditentukan perusahaan," bebernya.

 

Pemkab Gowa dan perusahaan Kanada membahas pembangunan pengolahan sampah

Dia menambahkan, Pemkab Gowa akan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan kementerian terkait lainnya. Menurutnya, kebijakan pemerintah mengenai sistem perizinan investasi satu pintu akan mempercepat proses realisasi proyek tersebut.

"Tinggal kami membahasnya secara komprehensif, baik di internal pemerintah daerah maupun bersama pemerintah pusat," jelas Darmawangsyah.

Sementara itu, Co-Founder sekaligus Chief Commercial Officer Portage Energy Group, Stephen Akpakwu, mengatakan Gowa dipilih sebagai lokasi investasi pertama perusahaan di Indonesia karena memiliki potensi besar dalam pengembangan proyek waste-to-energy.

Menurut Stephen, pihaknya menerima banyak masukan mengenai besarnya potensi pengelolaan sampah di Gowa. Selain itu, daerah ini dinilai belum banyak tersentuh proyek pengolahan sampah menjadi energi sehingga memiliki peluang menjadi proyek percontohan.

"Gowa adalah yang pertama dan kami berharap ini menjadi yang pertama dari banyak proyek lainnya. Kami melihat peluang besar untuk menciptakan lapangan kerja sekaligus menghasilkan energi listrik," ujarnya.

Stephen menegaskan konsep kerja sama yang ditawarkan tidak membebani anggaran pemerintah daerah. Sampah yang selama ini memiliki nilai ekonomi rendah akan diolah menjadi energi yang memiliki nilai tambah sekaligus membantu mengurangi persoalan lingkungan.

"Sampah yang selama ini tidak memiliki nilai akan kami ubah menjadi listrik yang memberikan manfaat ekonomi bagi daerah," katanya.

Di tempat yang sama, Direktur Perwakilan Indonesia Acacia Energy, Muhammad Malik Setiawan, mengatakan pihaknya mengapresiasi sambutan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Gowa selama proses penjajakan investasi berlangsung.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Gowa atas sambutan yang sangat baik dan keterbukaannya terhadap rencana investasi ini. Kami berharap kolaborasi antara Acacia Energy, Portage Energy Group, dan Pemerintah Kabupaten Gowa dapat segera terwujud sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pengelolaan sampah yang lebih modern, penyediaan energi bersih, dan penciptaan lapangan kerja," ujar Malik.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya