Liputan6.com, Jakarta - Selama bertahun-tahun, tidak sedikit aplikasi mata uang kripto palsu berhasil lolos dari peninjauan App Store dan merugikan pengguna. Pada 2023, Apple menghilangkan aplikasi Trezor palsu setelah berhasil menduduki pencarian teratas App Store.
Pada tahun berikutnya, aplikasi Rabby Wallet palsu dikaitkan dengan laporan pencurian dana. Selain itu, pada 2017, aplikasi MyEtherWallet palsu juga menduduki peringkat ketiga di App Store sebelum akhirnya dihapus.
Advertisement
Dilaporkan 9to5Mac, Rabu (29/7/2026), seorang pengguna iPhone bernama Danyell Shin juga mengajukan gugatan perwakilan kelompok setelah kehilangan lebih dari USD 80.000 (Rp 1,4 miliaran) akibat Swiftcrypt. Terdapat laporan serupa lainnya yang memakan korban banyak.
Sebagaimana dilaporkan MacRumors, tiga pelanggan mengajukan gugatan hukum setelah diduga mengalami kerugian sebesar USD 1,8 juta (Rp 32,5 miliaran) akibat Sparrow Wallet palsu.
Dalam gugatan disebutkan Apple gagal dalam membangun reputasi App Store sebagai pasar yang aman serta menduga aplikasi Sparrow Wallet palsu lainnya masih tersedia di App Store meskipun telah dilaporkan.
Ketiga penggugat menuduh Apple melanggar hukum perlindungan pelanggan di California, Louisiana, dan Massachusetts. Mereka juga mengklaim penipuan dan kelalaian dalam memberikan informasi salah, penyembunyian informasi, beserta gagal memperingatkan pengguna terhadap aplikasi mata uang kripto palsu.
Menurut dokumen pengajuan, mereka menuntut Apple mengganti kerugian atas Bitcoin yang hilang serta membayar ganti rugi tambahan. Selain itu, meminta Apple untuk memperketat proses peninjauan dan memberikan peringatan lebih jelas lagi.
Menanggapi hal ini, Apple menyatakan kepada MacRumors, “Kami telah mengambil tindakan cepat untuk menghapus aplikasi apapun yang menyamar sebagai Sparrow Wallet dari App Store serta menutup akun pengembang berkaitan dengan aplikasi-aplikasi tersebut.”
Perusahaan juga memberitahu pengguna dapat melapor melalui https://reportaproblem.apple.com.
Apple Watch Selamatkan Pengguna
Di sisi lain, lagi-lagi Apple Watch membantu menyelamatkan nyawa penggunanya. Fitur deteksi jatuh di jam tangan pintar Apple tersebut, berhasil membantu menyelamatkan seorang pria yang mengalami kecelakaan saat bersepeda gunung bersama anak-anaknya.
Kisah itu dibagikan Apple melalui sebuah video testimonial di YouTube. Dalam video singkat itu, seorang pria bernama Phil menceritakan pengalamannya ketika mengalami kecelakaan cukup parah.
Mengutip BGR, Sabtu (25/7/2026), dirinya salah memperkirakan sebuah lompatan kecil saat mengendarai sepeda gunung, hingga akhirnya terjatuh dan kehilangan kesadaran.
Phil mengaku tidak mengingat secara jelas detail kecelakaan yang dialaminya. Insiden tersebut menyebabkan dirinya mengalami patah tulang selangka dan tujuh tulang rusuk.
Dalam kondisi tidak sadarkan diri, dan tidak mampu meminta pertolongan secara langsung, Apple Watch yang dikenakannya kemudian menjalankan fitur deteksi jatuh.
Fitur Deteksi Jatuh
Fitur tersebut secara otomatis menghubungi petugas pemadam kebakaran. Berkat kemampuan Apple Watch dalam membagikan lokasi Phil secara akurat, petugas dapat menemukan dan mengevakuasinya. Perangkat tersebut juga memberi tahu istrinya, bahwa telah terjadi sebuah insiden yang menimpa Phil.
Setelah berhasil diselamatkan, Phil kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Dirinya harus menjalani perawatan selama sekitar satu minggu, sebelum akhirnya dinyatakan cukup pulih dan diperbolehkan kembali ke rumah.
Fitur deteksi jatuh sendiri pertama kali diperkenalkan di Apple Watch Series 4 pada 2018. Dengan memanfaatkan akselerometer, perangkat dapat mengenali gerakan yang mengindikasikan seseorang mengalami benturan, atau terjatuh secara tiba-tiba.