Liputan6.com, Jakarta - Setiawan, perantau asal Sinjai, Sulawesi Selatan yang tewas setelah diamuk massa akibat dituduh mencuri sepeda motor di Morowali, Sulawesi Tengah dikenal sebagai sosok yang baik, sopan, dan penyayang keluarga.
Kenangan itu disampaikan salah seorang teman dekatnya, Suci kepada Liputan6.com, Selasa (28/7/2026). Suci mengaku sangat terpukul atas kepergian Setiawan.
Advertisement
Menurut dia, terlepas dari dugaan kesalahan yang dilakukan, Setiawan merupakan pribadi yang ramah, mudah bergaul dan humoris.
"Sebagai teman saya pribadi sangat berduka atas kejadian dan musibah yang menimpa almarhum. Terlepas dari kesalahan yang dilakukan almarhum, saya mengenal Wawan sebagai orang yang baik, sangat sopan, kalem, dan sedikit humoris," ujar Suci.
Dia mengenang pertemuan pertamanya dengan Setiawan saat berkunjung ke rumahnya di Sinjai pada 2017. Saat itu, Setiawan memperkenalkan adik laki-lakinya yang masih duduk di bangku sekolah dasar.
"Saya ingat sekali dia bilang, 'Ini adikku yang paling saya sayang, dia juga sayang sama saya'," tuturnya.
Bagi Suci, perhatian Setiawan terhadap tamu menjadi salah satu kenangan yang tidak terlupakan. Meski kondisi ekonomi keluarganya sederhana, Setiawan tetap berusaha menjamu sahabat-sahabatnya sebaik mungkin.
"Waktu itu tidak ada apa-apa di rumahnya. Tapi dia sampai potong ayam peliharaan bapaknya untuk dihidangkan ke kami," katanya.
Suci mengaku tak menyangka melihat kabar yang beredar di media sosial mengenai peristiwa yang menimpa temannya itu. Menurut dia, tidak ada yang mengetahui persoalan yang mungkin dihadapi Setiawan hingga akhirnya memilih merantau dan berujung pada peristiwa tragis tersebut.
"Betul-betul kami sebagai temannya tidak sangka dengan semua berita yang beredar di media sosial. Tidak tahu apa yang sudah almarhum lalui sampai jalan itu yang dia tempuh. Bantu doanya saja buat almarhum," ucapnya.
Setiawan Pilih Merantau Demi Keluarga
Suci juga menceritakan beban hidup yang dipikul Setiawan. Sejak kecil, Setiawan telah kehilangan ibunya. Awal tahun ini, dia kembali berduka setelah sang ayah meninggal dunia pada Januari 2026.
Menurut Suci, Setiawan memilih merantau demi mencari nafkah untuk menghidupi istri dan adik yang sangat disayanginya.
"Yang paling menyayat hati, almarhum pergi merantau untuk mencari nafkah buat istri dan adiknya. Ibunya sudah meninggal sejak dia masih kecil, lalu bapaknya baru meninggal pada Januari kemarin," tuturnya.
Jenazah Setiawan telah dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Sinjai dan dimakamkan di samping makam sang ayah.
"Saya terakhir berkomunikasi dengan adiknya. Jenazahnya sudah sampai di kampung halaman dan dimakamkan tepat di samping makam bapaknya," kata Suci.
Sebelumnya, Setiawan meninggal dunia setelah menjadi korban amuk massa di Kabupaten Morowali usai dituduh mencuri sepeda motor. Polisi masih menyelidiki kasus tersebut dan mengusut dugaan tindak pidana yang terjadi dalam peristiwa itu.