Kopdes Jadi Sasaran Hoaks, Simak Daftarnya

Hoaks terkait Kopdes banyak beredar di media sosial, apa saja?

oleh Adyaksa VidiDiterbitkan 28 Juli 2026, 17:00 WIB
Hoaks terkait Kopdes banyak beredar di media sosial, apa saja? (Foto: tangkapan layar Facebook).

Liputan6.com, Jakarta - Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih kerap menjadi sasaran hoaks belakangan ini. Hoaks ini muncul dalam beragam tema dan tersebar di media sosial.

Lalu apa saja hoaks yang dikaitkan dengan Kopdes? Berikut beberapa di antaranya:

1. Cek Fakta: Hoaks Link Pendaftaran Pegawai Koperasi Desa Merah Putih Gaji Rp 8 Juta

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran pegawai Koperasi Desa Merah Putih 2026 dengan gaji Rp 5 - 8 juta. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 9 Juni 2026.

Berikut isi unggahannya:

"REKRUTMEN PEGAWAI KOPERASI DESA MERAH PUTIH

Pemerintah Membuka Rekrutmen Pegawai Koperasi Desa Merah putih Tahun 2025

Persyaratan :

Laki-laki dan perempuan

Berusia Minimal 20 tahun

Bersedia Ditempatkan di Daerah masing-masing

Memiliki Ijazah Minimal SMA

Sehat Jasmani dan rohani

Bersedia Digaji Minimal 5 - 8 Juta

Untuk info cara pendaftaran dan penempatannya ada di bawah dan bio profil ????

https://daftrsekarangjuga.vercel.app/"

Unggahan disertai link daftar. Jika diklik akan mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital serta meminta data pribadi, seperti nama lengkap sesuai KTP dan nomor Telegram aktif.

Lalu benarkah klaim link pendaftaran pegawai Koperasi Desa Merah Putih 2026 dengan gaji Rp 5 - 8 juta? Simak dalam artikel berikut ini...

2. Cek Fakta: Hoaks Menko Pangan Zulhas Larang Toko Kelontong Berdiri dengan Radius 2 KM dari Kopdes

Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan yang mengklaim Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) melarang adanya toko kelontong dan kios dengan radius 2 KM dari Kopdes. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 26 Juli 2027.

Dalam postingannya terdapat foto Zulhaz dengan narasi:

"Radius 2 KM dari KOPDES dilarang dirikan kios dan toko kelontong, jika sudah ada harus pindah atau didenda, tegasnya!!"

Akun itu menambahkan narasi:

"Nah loh ,,!!! Rakyat lagi yg jadi korban ..!!!

Pemerintah tidak memiliki kemampuan manajemen bisnis, rakyat justru jadi ancaman bagi proyeknya....

Terus apa yg hrs rakyat harapkan dengan pemerintah hari ini. ????

Gmn mau bersaing dgn negara luar, jika kemampuan pengelola negeri ini bermental Tempe kaya gini ,,!!!"

Lalu benarkah postingan yang mengklaim Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) melarang adanya toko kelontong dan kios dengan radius 2 KM dari Kopdes? Simak dalam artikel berikut ini...

3. Cek Fakta: Hoaks Natalius Pigai Minta Masyarakat Belanja di Kopdes Rp 1 Juta Setiap Bulan

Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan Menteri HAM Natalius Pigai meminta masyarakat belanja Rp 1 juta per bulan di Koperasi Desa. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 14 Juli 2026.

Dalam postingannya terdapat foto Pigai dengan narasi:

"Pigai: Masyarakat Desa diminta belanja Rp 1 juta/bulan di KOPDES agar omset Kopdes cepat meningkat"

Akun itu menambahkan narasi:

"Ternyata bukan cm Allah yang mengatur rezeki kita, pemerintah pun gak mau kalah"

Lalu benarkah postingan Menteri HAM Natalius Pigai meminta masyarakat belanja Rp 1 juta per bulan di Koperasi Desa? Simak dalam artikel berikut ini...

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya