Aksi Selamatkan 2 Pelaut Indonesia dari Serangan Misil di Selat Hormuz

Kapal MT Belma ditembak misil di Selat Hormuz hingga mesin padam. Berhasil dievakuasi, 2 ABK Indonesia kini telah dipulangkan dengan selamat.

oleh Idris Rusadi PutraDiterbitkan 28 Juli 2026, 11:30 WIB
Kapal di Selat Hormuz. (Sepahnews via AP)

 

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mendampingi kepulangan dua pelaut asal Indonesia yang menjadi awak kapal tanker MT Belma. Kedua WNI tersebut dievakuasi setelah kapal tempat mereka bekerja terdampak insiden serangan misil di perairan Selat Hormuz, Timur Tengah

Direktur Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub, Samsuddin, menegaskan bahwa pemerintah senantiasa hadir guna menjamin perlindungan sekaligus pemenuhan hak-hak para pelaut nasional yang mengalami kondisi kritis di mancanegara.

"Pemerintah terus berkomitmen memberikan perlindungan kepada pelaut Indonesia, termasuk dalam kondisi darurat akibat konflik atau gangguan keamanan di wilayah pelayaran internasional," ujar Samsuddin dikutip dari Antara, Selasa (28/7/2026).

Kepulangan dua pelaut tersebut mendarat di Tanah Air lewat Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (22/7) sekitar pukul 18.30 WIB.

Kedatangan mereka disambut langsung oleh utusan Direktorat Perkapalan dan Kepelautan serta Nur Suwanto selaku Direktur PT Utama Bahari Indonesia, agensi pemegang Surat Izin Usaha Keagenan Awak Kapal (SIUKAK).

Samsuddin turut menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlibat aktif dalam memfasilitasi proses repatriasi ini, mulai dari agensi pengelola awak kapal, pemilik armada, otoritas lokal, Direktorat PWNI Kementerian Luar Negeri, hingga jajaran perwakilan pemerintah terkait.

Kolaborasi intensif antara Kemenhub dan Direktorat PWNI Kemenlu memastikan seluruh tahapan penanganan, sinergi, hingga pemulangan para pelaut tersebut berjalan lancar sampai mereka kembali dengan selamat.

"Untuk itu, kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut berkontribusi dalam proses pemulangan ini,” tambahnya.

Kronologi Kejadian

Pemandangan dua pria saat berjalan di perairan Selat Hormuz, lepas pantai Bandar Abbas, Iran. (Razieh Poudat/ISNA via AP)

Kronologi kejadian bermula saat kapal MT Belma melintasi Selat Hormuz menuju titik labuh Kharg Island pada 15 Juli 2026. Di tengah pelayaran, kapal tersebut dihantam serangan misil sebanyak dua kali pada area funnel (cerobong asap) hingga memicu kerusakan fatal.

Imbas hantaman tersebut membuat mesin kapal padam total. Dalam kondisi terombang-ambing dan makin terdorong ke arah daratan, nakhoda mengambil tindakan darurat untuk melempar jangkar pada 16 Juli.

Situasi kembali memburuk pada 17 Juli saat kapal dalam posisi berlabuh, di mana roket kembali menyerang bagian funnel. Nakhoda lantas memerintahkan seluruh personel untuk berpindah ke area haluan sembari menanti pertolongan.

Sekitar pukul 18.00 waktu setempat, tim penyelamat berhasil mengevakuasi seluruh awak menggunakan kapal bantuan menuju Pulau Kharg, Iran, guna memperoleh tindakan medis dan penanganan lebih lanjut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya