Luciano Spalletti Berduka, Ibunda Tercinta Meninggal Dunia di Usia 93

Luciano Spalletti berduka setelah sang ibu, Ilva, meninggal dunia di usia 93 tahun. Kisah bendera Italia pemberian ibunda kembali dikenang.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 27 Juli 2026, 20:24 WIB
Pelatih Juventus Luciano Spalletti mengamati jalannya pertandingan pada laga fase liga Liga Champions antara Monaco vs Juventus di Monaco, Rabu, 28 Januari 2026. (AP Photo/Philippe Magoni)

Liputan6.com, Jakarta - Luciano Spalletti tengah berduka setelah ibundanya, Ilva, meninggal dunia pada usia 93 tahun. Kabar duka itu datang ketika pelatih Juventus tersebut sedang mempersiapkan tim menyambut musim baru.

Ilva mengembuskan napas terakhir di kampung halamannya yang berada di dekat Empoli. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi Spalletti yang selama ini kerap mengenang peran besar sang ibu dalam perjalanan hidupnya.

Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai klub sepak bola setelah kabar tersebut tersebar. Spalletti juga dipastikan tidak menghadiri sesi latihan pramusim sebagai bentuk penghormatan kepada keluarganya.


Sosok Penting di Balik Perjalanan Luciano Spalletti

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, memberikan arahan kepada timnya saat pertandingan Serie A antara Cremonese dan Juventus di Cremona, Italia, Sabtu, 1 November 2025. (Alberto Mariani/LaPresse via AP)   

Ilva memiliki pengaruh besar terhadap perjalanan karier Luciano Spalletti sejak masih kecil. Sang ibu menjadi salah satu sosok yang membangkitkan kecintaannya terhadap sepak bola hingga berhasil mencapai level tertinggi sebagai pelatih.

Saat ditunjuk menangani Timnas Italia pada September 2023, Spalletti pernah mengenang hadiah istimewa dari ibundanya. Ia membawa bendera Italia yang dijahit langsung oleh Ilva sebagai simbol mimpi masa kecilnya.

"Pada usia 11 tahun, saya meminta ibu menjahitkan bendera Italia berukuran sangat besar untuk saya. Saat itu, Piala Dunia berlangsung di Meksiko, dan saya ingin merayakan kemenangan fantastis 4-3 atas Jerman."

"Sekarang, saya selalu membawa bendera itu ke bangku cadangan. Saya berharap bisa menghidupkan kembali mimpi itu bersama-sama agar bendera ini dapat dikibarkan oleh semua anak seperti yang dulu saya lakukan. Itulah dongeng yang menjadi kenyataan bagi saya."


Ucapan Belasungkawa Mengalir

Juventus - Ilustrasi Logo Juventus (Bola.com/Adreanus Titus)

Kepergian Ilva mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan sepak bola Italia. Sejumlah klub menyampaikan belasungkawa kepada Luciano Spalletti dan keluarganya.

Di tengah suasana duka tersebut, Spalletti memilih mendampingi keluarga sehingga tidak mengikuti agenda latihan pramusim Juventus. Keputusan itu mendapat dukungan penuh dari banyak pihak.


Spalletti Pernah Membela Sang Ibu

Pelatih Juventus Luciano Spalletti memberikan instruksi kepada para pemainnya pada laga Serie A/Liga Italia antara Lecce vs Juventus di Lecce, Italia Selatan, Sabtu, 9 Mei 2026. (Giovanni Evangelista/LaPresse via AP)

Luciano Spalletti dikenal sangat melindungi sang ibu dari berbagai bentuk penghinaan. Salah satu momen yang paling diingat terjadi setelah laga Napoli melawan Fiorentina pada 2022.

Ketika itu, sejumlah suporter di belakang bangku cadangan terus melontarkan hinaan yang menyeret nama ibundanya. Spalletti mengecam tindakan tersebut karena dinilai telah melewati batas.

"Mereka benar-benar tidak sopan, berdiri di belakang bangku cadangan dan terus menghina sepanjang pertandingan."

"Dengan anak-anak berada di sekitar, mereka tetap meneriakkan hinaan tentang 'ibumu' tanpa henti. Sayangnya, hal seperti ini sering terjadi di Florence. Mereka senang menghina dan melampaui batas."

Sumber: Football Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya