Liputan6.com, Jakarta - Aktor Fedi Nuril rela keluar dari zona nyamannya demi mendalami karakter Warto dalam film terbaru Bapakmu Kiper. Tak hanya menjalani latihan khusus sebagai penjaga gawang, suami Vanny Widyasasti itu bahkan mengalami cedera ringan saat proses syuting. Pengalaman tersebut menjadi salah satu tantangan terbesar yang ia rasakan selama membintangi film bertema sepak bola tarkam tersebut.
Menariknya, Fedi juga ikut meramaikan pertandingan sepak bola antarkampung (tarkam) di Lapangan Garam, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Minggu (26/7/2026). Kehadirannya bersama Tanta Ginting, Augie Fantinus, hingga Cemen menjadi bagian dari rangkaian promosi Bapakmu Kiper. Dalam kesempatan itu, Fedi sempat berdiri di bawah mistar dan menghadapi lima tendangan penalti dari pemain tarkam, dengan satu di antaranya berhasil ia tepis.
Advertisement
Dalam wawancara usai acara, Fedi mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya bukan seorang kiper. Karena itu, ia harus menjalani latihan khusus agar penampilannya di layar lebar terasa meyakinkan.
"Tantangannya ya saya seumur hidup saya, kalau zaman dulu lagi sering-seringnya main bola tuh saya bek. Tapi di sini jadi kiper. Akhirnya saya ada pelatih yang khusus melatih saya untuk jadi kiper supaya meyakinkan, karena ceritanya di film ini Warto ini dulunya jago waktu jadi kiper Tarkam," ungkap Fedi.
Ia menjelaskan, latihan tersebut bukan sekadar mempelajari teknik menangkap bola. Tim produksi juga ingin menghadirkan sosok mantan kiper tarkam yang realistis, yakni tidak lagi berada di usia prima namun tetap berusaha membantu anaknya bertanding.
"Dan buat saya itu menantang karena sudah seumur ini jadi kiper. Tapi ya memang karena ada unsur komedinya kan, jadi walaupun dulunya jago tapi yang ditunjukkin memang bukan yang jago seperti waktu umurnya masih muda gitu. Justru ketika sudah berumur, sudah mulai ngos-ngosan, sudah mulai jantungan," katanya.
Cedera Saat Syuting
Keseriusan Fedi menjalani peran itu bahkan membuatnya mengalami cedera saat syuting. Cedera tersebut terjadi ketika ia berusaha menahan tendangan keras salah satu pemain tarkam yang memang direkrut khusus untuk film tersebut.