Komisaris SMRA Beli 20,40 Juta Saham Buat Investasi

Komisaris PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) Liliawati Raharjo kini memiliki 1 miliar saham SMRA.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 27 Juli 2026, 17:00 WIB
Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Komisaris PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) Liliawati Rahardjo menambah kepemilikan saham SMRA pada 21-23 Juli 2026. Pembelian saham SMRA itu bertujuan untuk investasi.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026), Komisaris Summarecon Agung Liliawati Rahardjo membeli 20,40 juta saham SMRA secara bertahap. Pertama, ia membeli 6.909.000 saham SMRA dengan harga Rp 318 per saham pada 21 Juli 2026. Nilai pembelian saham SMRA itu sekitar Rp 2,19 miliar. Kedua, Liliawati membeli 4 juta saham SMRA dengan harga Rp 328 per saham sehingga nilai pembelian saham mencapai Rp 1,31 miliar. Ketiga, Liliawati membeli 9,5 juta saham SMRA dengan harga Rp 341 senilai Rp 3,23 miliar pada 23 Juli 2026.

Dengan demikian, total nilai pembelian saham SMRA mencapai Rp 6,74 miliar. Tujuan transaksi investasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi pembelian saham, Liliawati memiliki 1 miliar saham SMRA atau setara 6,08%. Sebelumnya ia mengenggam 983,71 juta saham SMRA atau setara 5,96%.

Berdasarkan data RTI, harga saham SMRA melemah 4,79% pada perdagangan saham sesi kedua, Senin, 27 Juli 2026 pada pukul 15.55 WIB. Harga saham SMRA dibuka stagnan di Rp 334 per saham. Saham SMRA berada di level tertinggi Rp 334 dan terendah Rp 316 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.447 kali dengan volume perdagangan saham 144.500 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 4,6 miliar.

Selain itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,29% menjadi 6.178,75. Indeks saham LQ45 terpangkas 0,41% menjadi 612. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan. Pada sesi kedua, IHSG berada di level tertinggi 6.219,41 dan terendah 6.144,27. Sebanyak 337 saham memerah sehingga menekan IHSG. 297 saham menguat dan 161 saham diam di tempat.

Kinerja 2025

Kinerja keuangan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) Foto: Freepik/ pch.vector

Sebelumnya, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) meraup laba bersih sebesar Rp 1,2 triliun sepanjang tahun buku 2025. Summarecon juga membukukan pendapatan sebesar Rp 8,77 triliun sepanjang tahun lalu.

Emiten properti ini membagikan dividen sebesar Rp 5 per lembar saham atau total sebesar Rp 82,5 miliar.

Pada 2025, SMRA mencatatkan marketing sales sebesar Rp 5,53 triliun di 2025. Angka ini meningkat 27% dan melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp 5 triliun.

Hal ini didukung oleh pengembangan sembilan kawasan kota teRp adu yang tersebar di Kelapa Gading, SeRp ong, Bekasi, Bogor, Bandung, Karawang, Makassar, Crown Gading, dan Tangerang,

Pertumbuhan marketing sales terutama didorong oleh tingginya permintaan pasar terhadap produk properti baru, khususnya pada segmen menengah dan menengah atas yang tetap menunjukkan daya beli yang kuat.

 

Unit Pengembangan Properti

Unit Pengembangan Properti (Property Development) yang meliputi penjualan hunian, komersial, dan apartemen membukukan pendapatan sebesar Rp 5,51 triliun dan masih menjadi penyumbang terbesar terhadap total pendapatan Summarecon yaitu sebesar 63%.

Sementara itu, segmen Investasi Properti dan Manajemen (Investment Property) menunjukkan pertumbuhan positif dengan pendapatan mencapai Rp 2,28 triliun pada tahun 2025, meningkat 6% terutama ditopang oleh peningkatan pendapatan sewa pusat perbelanjaan yang bertambah sebesar Rp 113,85 miliar.

Unit ini secara keseluruhan menyumbang 26% dari total keseluruhan pendapatan. Adapun untuk segmen Bisnis Lain-lain (Other Business) juga mencatatkan pertumbuhan dengan pendapatan sebesar Rp 981,12 miliar, meningkat 1% dibandingkan Rp 967,31 miliar pada tahun 2024.

Peningkatan ini terutama berasal dari kontribusi bisnis perhotelan yang terus menunjukkan kinerja positif. Unit ini menyumbangkan 11% dari total pendapatan Summarecon.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya