Festival Budaya Internasional Tak Hanya Meriah, Ini Manfaatnya bagi Tumbuh Kembang Anak

Festival budaya internasional dinilai membantu anak membangun jati diri dan lebih siap menghadapi perubahan dunia.

oleh Alfareza RamadhaniDiterbitkan 29 Juli 2026, 09:00 WIB
Peluncuran Children & Youth International Festival (CULTURA) 2027 mengusung tema "Voices of the Future" di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Kamis (23/7/2026). (Liputan6.com/Alfareza Ramadhani)

Liputan6.com, Jakarta - Festival budaya internasional kerap identik dengan pertunjukan seni dan penampilan anak-anak dari berbagai negara, padahal pengalaman yang ditawarkan jauh lebih luas. Anak-anak dapat mengenal budaya dan identitas diri, sekaligus belajar memahami perbedaan sejak usia dini.

Acara ini juga menjadi ruang bagi anak untuk berdialog, bertukar pengalaman, mengasah kepemimpinan, serta membangun persahabatan dengan peserta dari berbagai negara. Mereka dapat menyampaikan gagasan, berdiskusi, dan berkolaborasi melalui beragam kegiatan yang mempertemukan latar belakang budaya berbeda.

Pengalaman tersebut membuat anak tidak hanya menjadi penonton, tapi ikut terlibat dalam proses mengenal dunia. Interaksi dengan peserta dari negara lain juga dapat memperluas wawasan, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri ketika berkomunikasi dengan lingkungan yang berbeda.

Gubernur Distrik Lions International District 307 A1 Hastuti Boediwibowo Kresna menilai, pengenalan budaya sejak dini berperan penting dalam pembentukan karakter anak. Menurutnya, budaya menjadi akar yang membantu anak memiliki pegangan ketika menghadapi perubahan dunia yang berlangsung cepat.

"Budaya itu memberi kita akar. Bertumbuh itu biasanya dari akar dulu, baru ke atas. Kalau akarnya kuat, lebih mudah bagi mereka untuk tumbuh," ujar Hastuti saat ditemui di peluncuran Children & Youth International Festival (CULTURA) 2027 di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026.

Hastuti melihat generasi muda tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi global. Pengenalan budaya sejak kecil pun tidak berhenti pada upaya melestarikan tradisi. Langkah tersebut membantu anak membangun jati diri, memahami keberagaman, dan memiliki bekal untuk berinteraksi dengan dunia yang lebih luas.

Belajar Menghadapi Perbedaan Sejak Usia Dini

Penampilan peserta saat peluncuran Children & Youth International Festival (CULTURA) 2027 di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Kamis (23/7/2026). (Liputan6.com/Alfareza Ramadhani)

Festival budaya internasional memberi kesempatan bagi anak untuk berinteraksi langsung dengan teman sebaya dari berbagai negara. Perjumpaan tersebut membantu mereka memahami bahwa setiap budaya memiliki kebiasaan, nilai, dan cara hidup yang berbeda, tapi tetap perlu dihormati.

Hastuti menjelaskan, pengalaman lintas budaya dapat menjadi bekal agar anak tidak mudah mengalami culture shock ketika suatu saat belajar atau bekerja di luar negeri. Mengenal perbedaan sejak dini membuat mereka lebih siap beradaptasi dengan lingkungan baru tanpa kehilangan jati diri.

"Kalau kita punya akar, tahu apa yang membuat kita kuat, menurut saya, kita bisa hidup di mana saja," katanya.

Interaksi tersebut juga mengajarkan anak untuk menghargai perbedaan, membangun empati, serta berkomunikasi dengan orang-orang dari latar belakang yang beragam. Pengalaman itu dapat memperluas wawasan sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri.

Keterampilan sosial dan kemampuan beradaptasi menjadi bekal penting bagi anak untuk menghadapi dunia yang semakin terhubung.

Belajar Tanpa Kehilangan Identitas

Penampilan peserta saat peluncuran Children & Youth International Festival (CULTURA) 2027 di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Kamis (23/7/2026). (Liputan6.com/Alfareza Ramadhani)

Manfaat festival budaya internasional juga terasa ketika anak mendapat kesempatan hidup di lingkungan yang berbeda. Dalam sejumlah program pertukaran budaya Lions Club, peserta tinggal bersama keluarga angkat dan mengikuti kegiatan budaya di negara tujuan.

Pengalaman ini membantu mereka memahami kebiasaan, nilai, dan cara hidup masyarakat setempat secara langsung. Hastuti menilai pengalaman lintas budaya dapat melatih anak untuk lebih terbuka terhadap perbedaan. Pemahaman terhadap budaya lain juga membuat mereka lebih mudah melihat persamaan, daripada terus berfokus pada perbedaan.

“Kalau orang sudah bisa melihat persamaan, maka perdamaian dunia lebih mudah untuk dibangkitkan. Keinginan untuk bersatu dengan kawan-kawan yang berbeda juga menjadi lebih mudah,” ucap Hastuti. Pengalaman tersebut sekaligus menanamkan sikap toleransi dan memperluas cara pandang anak terhadap dunia.

Ruang Aman untuk Bertumbuh dan Berkarya

Peluncuran Children & Youth International Festival (CULTURA) 2027 mengusung tema "Voices of the Future" di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Kamis (23/7/2026). (Liputan6.com/Alfareza Ramadhani)

Festival budaya internasional dapat menjadi ruang bagi anak untuk mengenal diri sekaligus belajar dari orang lain. Keterlibatan dalam berbagai kegiatan memberi mereka kesempatan menyampaikan gagasan, mengekspresikan kreativitas, dan membangun kepercayaan diri melalui pengalaman baru.

Hastuti menyebut pengalaman tersebut penting untuk membentuk anak menjadi pribadi yang terbuka terhadap dunia tanpa kehilangan identitas budayanya. Pemahaman terhadap budaya sendiri menjadi bekal untuk menghadapi perubahan sekaligus beradaptasi ketika berada di lingkungan yang berbeda.

"Budaya itu memberi kita akar. Kalau akarnya kuat, lebih mudah bagi mereka untuk tumbuh," ujar Hastuti. Festival budaya juga membantu anak belajar menghargai keberagaman, membangun empati, dan mengasah kemampuan berkomunikasi.

Interaksi dengan peserta dari berbagai latar belakang membuat anak memiliki wawasan lebih luas sekaligus memahami pentingnya menjaga jati diri. Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi generasi muda untuk berkembang dan berkarya di tingkat global tanpa melupakan akar budayanya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya