Lini Belakang Vietnam Disorot, Timnas Indonesia Bisa Manfatkan

Usai menang 7-0 di Piala AFF 2026, media Vietnam menyoroti rapuhnya lini belakang. Indonesia dinilai bisa mengancam lewat striker 1,96 m Mitchell Baker.

oleh Radifa ArsaDiterbitkan 27 Juli 2026, 16:15 WIB
Timnas Vietnam setelah menang 7-0 atas Timor Leste pada pertandingan pertama Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Chonburi, Thailand, Jumat (24-7-2026). (Dok. vff.org.vn)

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Vietnam membuka Grup A Piala AFF 2026 dengan kemenangan 7-0 atas Timor Leste di Chonburi Stadium, Jumat (24/7/2026). Namun, laporan media lokal Thanh Nien menilai sektor pertahanan The Golden Star masih menyisakan pekerjaan rumah.

Di bawah arahan Kim Sang-sik, Vietnam mencoba pendekatan baru di lini belakang. Eksperimen ini menjadi sorotan utama karena tetap memunculkan celah walau serangan tampil produktif, dilansir dari Thanh Nien.

Analisis tersebut juga mengingatkan potensi ancaman di laga berikutnya, terutama saat berjumpa Timnas Indonesia dan Singapura. Kehadiran penyerang berpostur tinggi di kubu Garuda dinilai bisa menguji kerapatan pertahanan Vietnam.


Eksperimen Tiga Bek Vietnam Disorot

Timnas Vietnam setelah menang 7-0 atas Timor Leste pada pertandingan pertama Grup A Piala AFF 2026 di Chonburi, Thailand, Jumat (24-7-2026). (Dok. vff.org.vn)

Thanh Nien menyebut Kim Sang-sik merombak komposisi bek dengan skema tiga bek tengah, menempatkan Doan Van Hau, Nguyen Thanh Chung, dan Pham Xuan Manh di depan kiper Patrik Le Giang. Langkah ini dipakai memanfaatkan momentum menghadapi lawan yang dinilai lebih lemah.

"Di saat lini serang mampu mencetak tujuh gol, lini pertahanan mereka justru masih terlihat rapuh. Kim Sang-sik memanfaatkan laga melawan tim yang lebih lemah ini untuk bereksperimen dengan susunan pemain bertahan yang baru," tulis analisis Thanh Nien.

"Patrik Le Giang di posisi kiper, Doan Van Hau, Nguyen Thanh Chung, dan Pham Xuan Manh. Thanh Chung dan Xuan Manh sudah pernah berlaga di Piala AFF. Sementara itu, Van Hau awalnya ditempatkan di sisi kiri, namun kemudian digeser menjadi bek tengah untuk menggantikan bek tengah muda, Nguyen Nhat Minh," lanjut ulasan tersebut.

Dalam daftar itu, Thanh Chung dan Xuan Manh dijelaskan sudah memiliki pengalaman di Piala AFF. Van Hau mengalami penyesuaian posisi selama laga untuk menutup celah di jantung pertahanan.


Contoh Celah: Menit 59 dan Umpan Osorio

Sejumlah momen pada pertandingan kontra Timor Leste dipakai sebagai contoh bagaimana Vietnam masih dapat ditembus. Dua situasi terjadi berdekatan dan menyorot sisi kanan pertahanan serta pengawalan area kotak penalti.

"Sebagai contoh, pada menit ke-59, sisi kanan pertahanan Vietnam berhasil ditembus melalui kombinasi operan satu-dua yang sederhana. Hal ini membuat lawan bisa melakukan penetrasi hingga ke garis akhir dan melepaskan umpan silang ke dalam kotak penalti yang akhirnya membentur tiang gawang."

Lanjut Baca:

"Enam menit sebelumnya, Claudio Osorio menyodorkan umpan silang yang nyaman untuk disundul rekannya dari jarak dekat tanpa pengawalan, meski bola masih menyamping dari gawang," lanjut ulasan tersebut. Menurut ulasan yang sama, masalah utama terletak pada disiplin menjaga struktur, khususnya jarak antarlini yang tidak rapat dan area transisi yang longgar. "Itu hanyalah beberapa contoh saat lini pertahanan Vietnam berhasil ditembus. Para pemain asuhan Kim Sang-sik belum mampu menjaga formasi bertahan dengan cukup baik, terutama di celah antara bek tengah dan bek sayap, serta ruang kosong di belakang dua gelandang tengah. Hal ini terjadi karena Nguyen Hoang Duc dan Nguyen Quang Hai cenderung lebih sering membawa bola ke depan dan kurang maksimal dalam melakukan intersepsi," tulisnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya