Liputan6.com, Beijing - Kepolisian di Hunan, China, baru-baru ini mempublikasikan rincian dari kasus aneh yang terjadi bulan Januari tahun lalu. Seorang pria dengan inisial Si diberhentikan oleh mobil polisi dan kemudian ditangkap dan akan diberikan hukuman karena mengemudi di bawah pengaruh alkohol.
Dikutip dari Oddity Central, Senin (27/7/2026), pemeriksaan latar belakang yang dilakukan menunjukkan bahwa dia sudah pernah ditangkap dua kali lantaran berkemudi tanpa SIM dan dalam keadaan mabuk pula. Hal ini mengancam Si menjalani hukuman penjara atas pelanggaran ketiganya.
Advertisement
Selama dalam masa pembebasan bersyarat, Si merasa bahwa risiko ia akan dijatuhi hukuman sangat besar, membuatnya merancang rencana ekstrem untuk menghindari konsekuensi hukum atas kasus mengemudi saat mabuk yang ia lakukan.
Ia pun meyakinkan keluarganya untuk memalsukan kematian dan pemakamannya, agar ia bisa melarikan diri tanpa takut dikejar polisi.
Pada bulan Juni tahun lalu, Si dan keluarganya melancarkan rencana mereka. Pertama, mereka membeli peti mati, kemudian Si merekayasa kematiannya.
Ia menyebar botol obat kosong di seluruh rumahnya, berlatih menahan nafas untuk waktu yang lama, bahkan menggunakan alat pendingin untuk memastikan tubuhnya tetap dingin. Hal ini ia lakukan agar terlihat bahwa dia tewas karena overdosis obat.
Walaupun beberapa ketangga memberi tahu polisi bahwa mereka melihat jasad Si, ibu dan neneknya menutupi wajah Si dengan kain. Mereka beralasan bahwa narkotika telah merubah wajahnya.
Pemakaman Palsu dan Kecurigaan
Kemudian, pemakaman pun dilaksanakan di hari yang sama. Ketika peti diturunkan ke liang kubur, sebenarnya Si sudah dalam perjalanan menuju Provinsi Yunnan.
Sayangnya bagi Si, cerita ini tidak selesai ketika ia dimakamkan. Polisi merasa ada beberapa hal janggal dan menelusurinya. Fakta bahwa peti dibeli sebelum kematiannya dan keluarga juga tidak memanggil ambulans atau melapor ke polisi mengenai kematiannya yang mendadak membuat polisi curiga.
Tak lama dari itu, polisi mengetahui bahwa tidak ada akta kematian atas nama Si ataupun catatan tentang kremasinya. Fakta bahwa tak ada satupun tetangga yang melihat wajahnya saat pemakaman semakin memperkuat kecurigaan mereka.
Rekaman CCTV dan catatan bank kemudian membuktikan bahwa Si masih hidup. Polisi dengan segera meluncurkan perburuan untuk menemukannya.
Akhirnya, Si ditangkap di bulan April tahun lalu dan dijatuhi hukuman 5 bulan penjara serta denda sebesar 20,000 Yuan (Rp 53,1 juta). Saat ini, investigasi terpisah juga dilakukan untuk mengumpulkan bukti terhadap ibu dan neneknya karena membantu dan melindungi pelaku kejahatan.