Liputan6.com, Jakarta - PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) mencatat pertumbuhan laba dan pendapatan hingga semester I 2026 (Januari-Juni 2026). Pertumbuhan laba dan pendapatan itu terjadi di tengah kenaikan harga bahan baku dan pelemahan nilai tukar rupiah.
PT Astra Otoparts Tbk meraup laba bersih konsolidasi Rp 1,2 triliun, naik 22,6% pada semester I 2026. Pada periode sama tahun sebelumnya, perseroan mencatat laba Rp 939 miliar.
Advertisement
Seiring hal itu, pendapatan bersih konsolidasi bertambah 13,2% menjadi Rp 10,9 triliun hingga semester I 2026 dari semester I 2025 sebesar Rp 9,6 triliun.
Pertumbuhan pendapatan dan laba bersih tersebut dikontribusikan oleh segmen manufaktur maupun segmen perdagangan. Pertumbuhan segmen manufaktur didukung oleh peningkatan permintaan komponen kendaraan dari Original Equipment Manufacturer (OEM) seiring meningkatnya permintaan pasar kendaraan roda dua maupun roda empat, sementara pada segmen perdagangan, pertumbuhan kinerja Perseroan didukung oleh portofolio produk aftermarket yang semakin lengkap, permintaan pasar domestik yang kuat didukung jaringan distribusi dan ritel Perseroan, serta ekspor yang tetap tumbuh.
"Pertumbuhan kinerja positif pada semester I 2026 mencerminkan resiliensi fundamental usaha Perseroan di tengah dinamika berbagai faktor eksternal seperti kenaikan harga bahan baku dan volatilitas nilai tukar Rupiah. Kami akan terus memperkuat kapabilitas manufaktur dan meningkatkan sinergi dengan OEM, serta memperluas jaringan dan penambahan portofolio produk di segmen aftermarket agar kami dapat terus menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham,” kata Presiden Direktur Astra Otoparts Yusak Kristian Solaeman, dikutip dari keterangan resmi, Senin, (27/7/2026).
Dari sisi neraca, total aset Perseroan tembus Rp 23,9 triliun, meningkat 5,6% dibandingkan dengan Rp 22,6 triliun dari posisi akhir 2025. Struktur keuangan Perseroan tetap terjaga dengan total ekuitas sebesar Rp 17,2 triliun, sehingga memberikan fondasi yang kuat untuk mendukung kegiatan usaha maupun rencana ekspansi ke depan.
Kinerja Segmen Manufaktur
Pendapatan bersih dari segmen manufaktur Astra Otoparts mencapai Rp 5,6 triliun pada semester I 2026, tumbuh 11,6% dibandingkan Rp 5,0 triliun pada periode sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan komponen dari pelanggan OEM, sejalan dengan pertumbuhan pasar kendaraan roda dua maupun roda empat.
Sebagai bagian dari upaya memperluas basis pelanggan, Perseroan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai produsen otomotif dengan memasok komponen kepada pelanggan OEM baru. Ke depan, Perseroan akan terus memperluas basis pelanggan melalui pengembangan kerja sama dengan berbagai produsen otomotif.
Perseroan juga terus mengembangkan komponen kendaraan listrik (xEV), baik general parts maupun specific parts, serta memproduksi mesin pengisian daya kendaraan listrik melalui merek ALTRO sebagai bagian dari komitmen dalam mendukung perkembangan ekosistem kendaraan listrik.
Di luar sektor otomotif, Perseroan terus memperkuat diversifikasi bisnis ke sektor nonotomotif, termasuk alat kesehatan dan industri lainnya. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat portofolio usaha Perseroan dan mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Kinerja Segmen Perdagangan
Segmen perdagangan membukukan pendapatan sebesar Rp 5,3 triliun pada semester I 2026, meningkat 15,1% dibandingkan Rp 4,6 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh permintaan aftermarket domestik yang tetap kuat, yang didukung oleh jaringan distribusi dan ritel Perseroan, serta kontribusi ekspor.
Hingga semester I 2026, Perseroan didukung oleh jaringan distribusi yang luas melalui 49 diler utama dan 27 kantor penjualan yang melayani lebih dari 15.000 toko suku cadang di seluruh Indonesia. Untuk semakin mendekatkan layanan kepada pelanggan, Perseroan juga terus memperluas jaringan ritel modern hingga total gerai yang dioperasikan Perseroan hingga kini telah mencapai 667 gerai.
Perseroan juga mengembangkan platform www.astraotoshop.com yang mengintegrasikan layanan online dan offline (O2O), sehingga pelanggan dapat melakukan pembelian produk secara daring sekaligus memperoleh layanan pemasangan produk di jaringan ritel Perseroan.
Dalam mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional, hingga semester I 2026, Perseroan juga telah mengoperasikan 70 unit Astra Otopower di 60 lokasi strategis di Indonesia.