PGEO Raih Fasilitas Pinjaman Rp 1,34 Triliun dari Bank Mizuho

Kerja sama tanpa agunan ini memperkuat ekosistem pendanaan hijau PGE dalam mengejar target kapasitas terpasang panas bumi hingga 1,8 GW pada 2034.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 26 Juli 2026, 09:10 WIB
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mendapat fasilitas pendanaan non-tunai hingga US$ 75 juta untuk mengakselerasi pengembangan proyek panas bumi nasional. (Dok PGE)

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO )mendapatkan fasilitas plafon pinjaman hingga US$ 75 juta atau kurang lebih Rp 1,34 triliun (estimasi kurs Rp 17.992 per dolar AS) untuk mendukung pengembangan proyek panas bumi di Tanah Air.

Kepastian tersebut diperoleh setelah perusahaan berkode saham PGEO ini menandatangani Trade Facility Agreement dengan PT Bank Mizuho Indonesia di Grha Pertamina.

Kerja sama ini berupa fasilitas non-cash loan dengan plafon mencapai US$ 75 juta yang diberikan tanpa agunan (clean basis). Skema ini mencerminkan tingkat kepercayaan tinggi terhadap profil risiko serta kinerja keuangan PGE.

Direktur Keuangan PGE, Fransetya Hasudungan Hutabarat, meyakini kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pendanaan perusahaan sekaligus memperkuat fleksibilitas pembiayaan demi mendukung agenda pertumbuhan jangka panjang.

“Kami mengapresiasi kepercayaan dan dukungan Bank Mizuho Indonesia melalui fasilitas ini. Fasilitas ini akan mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan proyek-proyek PGE ke depan, sekaligus menjadi fondasi kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang dan bersama-sama mendorong percepatan transisi energi menuju Net Zero Emission di Indonesia,” ujar Fransetya dalam keterangan resminya, Minggu (26/7/2026).

Fasilitas tersebut merupakan fasilitas pinjaman dan perdagangan tanpa komitmen (omnibus facility) yang mencakup Bank Garansi, Standby Letter of Credit (SBLC), Letter of Credit (L/C) Impor, Account Payable Financing (APF), serta fasilitas pinjaman berulang (revolving loan facility).

 

Dukung Energi Bersih Panas Bumi

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mendapat fasilitas pendanaan non-tunai hingga US$ 75 juta untuk mengakselerasi pengembangan proyek panas bumi nasional. (Dok PGE)

Direktur Marketing PT Bank Mizuho Indonesia, Heru Gautama Hatman, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata komitmen Bank Mizuho Indonesia dalam mendukung pengembangan energi bersih di Indonesia, sekaligus memperkuat kolaborasi jangka panjang dengan PGE.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan PGE kepada Bank Mizuho Indonesia. Kami berharap kerja sama ini bukan hanya menjadi fasilitas pembiayaan semata, melainkan juga bentuk dukungan terhadap ambisi PGE untuk menjadi contoh pengembangan panas bumi, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di tingkat global,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari salah satu grup jasa keuangan terbesar asal Jepang, keterlibatan Bank Mizuho Indonesia semakin memperkuat ekosistem pendanaan hijau PGE yang sebelumnya telah disokong oleh berbagai sumber pembiayaan berkelanjutan dan lembaga keuangan internasional.

 

Pastikan Keberlanjutan Investasi

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mendapat fasilitas pendanaan non-tunai hingga US$ 75 juta untuk mengakselerasi pengembangan proyek panas bumi nasional. (Dok PGE)

Sebagai produsen panas bumi terkemuka dunia (world-leading geothermal producer) sekaligus pusat keunggulan (center of excellence), PGE terus mengedepankan strategi pendanaan yang sehat dan pruden (prudent) guna memastikan keberlanjutan investasi pada proyek-proyek pengembangan panas bumi.

Melalui kolaborasi bersama berbagai institusi keuangan internasional, Perseroan memperkuat fondasi pendanaan demi mencapai target kapasitas terpasang yang dikelola secara mandiri hingga 1 gigawatt (GW) pada 2028, dan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2034.

Upaya ini kian mempertegas kontribusi PGE dalam mengakselerasi pengembangan panas bumi nasional sekaligus mendukung ketahanan dan swasembada energi Indonesia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya