BRI Jazz Gunung Bromo 2026 Hari Pertama, Gak Sekadar Musik dan Dingin

BRI Jazz Gunung Bromo kemabali digelar. Acaranya semakin seru karena gak cuma menonton penampilan musisi Jazz berbakat!

oleh Rahmi SafitriDiterbitkan 25 Juli 2026, 12:16 WIB
Bilal Indrajaya di BRI Jazz Gunung Bromo 2026 (credit: KapanLagi.com

Liputan6.com, Jakarta - BRI Jazz Gunung 2026 acara puncaknya digelar pada hari Jumat dan Sabtu (24 - 25 Juli 2026). Hari pertama digelar sejak pukul 15.30 WIB dengan penampilan musisi jazz asal Taiwan, Plutato dan Cait Lin, yang luar biasa memukai di tengah sore yang sudah mulai dingin.

Permainan trio Plutato dibuka dengan lagu Woman Crosses The Street. Di permainan ketiga, Cait Lin muncul dengan pesona luar biasa. Gak cuma cantik secara visual, suaranya juga memukau. Suaranya seakan menjadi satu dengan musik Plutato yang membuat kita seakan berada di 'luar angkasa' dengan permainan musik dan vokal Cait Lin.

Cait Lin sendiri sangat ramah dan beberapa kali menyapa penonton dengan bahasa Indonesia. Ia janji nanti kalau kembali lagi bakal belajar bahasa agar lebih mudah berinteraksi dengan pencinta musik Tanah Air.


Bilal Indrajaya di Kala Senja

FYI, BRI Jazz Gunung Bromo 2026 dibagi menjadi dua waktu. Buat yang ingin nonton sejak sore bisa membeli Before Sunset dan menikmati penampilan Plutato featuring Cait Lin kemudian dilanjut dengan Bilal Indrajaya yang jadi salah satu musisi paling ditunggu. Bahkan saat MC baru menyebut namanya saja, penonton sudah teriak tidak sabar.

Bilal langsung hadir dengan mengucapkan selamat sore kepada penonton lewat suaranya yang soft banget. Kemudian dengan diiringi band-nya, Bilal langsung membawakan lagu NPT, Dara dan Mustahil.

Di sela-sela penampilan, Bilal juga menceritakan latar belakang dari lagu-lagu yang ia bawakan. Kaos Kaki Merah dia tulis dua tahun lalu dan baginya punya judul unik. Ada juga lagu yang ia persembahkan buat mendiang road manager-nya yang meninggal tahun lalu. Dari awal sampai akhir, Bilal benar-benar memanjakan yang hadir di Jiwa Jawa Bromo Amphiteater.

BRI Jazz Gunung Bromo 2026 (credit: KapanLagi.com)

Batavia Collective dan Ring of Fire

Setelah break sekitar satu jam, panggung BRI Jazz Gunung Bromo dibuka kembali dengan penampilan musisi Batavia Collective. Sejak konferensi pers, Doni Joesran, Elfa Zulham, dan Kenny Gabriel sudah menjelaskan kalau mereka tidak pernah punya setlist tiap kali tampil. Mereka membawakan musik sesuai dengan mood, penonton, atau apa saja yang mereka rasakan saat itu di atas panggung.

Lanjut Baca:

Batavia Collective memberi kejutan saat Justin dari Plutato dan Cait Lin ikut tampil bersama mereka. Cait Lin menjelaskan kalau Batavia Collective populer di Taiwan dan ia sangat excited bisa sepanggung dengan mereka. Setelah Batavia Collective giliran Ring of Fire yang tampil. Perpaduan musik jazz dan tradisional membuat suasana Bromo jadi lebih hangat. Ring of Fire kali ini berkolaborasi dengan Sri Hanuraga di piano dan drummer asal Italia, Simone Prattico. Fun fact-nya, sebelum tampil di BRI Jazz Gunung Bromo ternyata mereka latihan lewat Zoom. Ring of Fire kali ini gak cuma membawakan musik ciptaan mereka, tapi juga dua gubahan baru dari Sri Hanuraga yang khusus pertama kali ditampilkan di BRI Jazz Gunung Bromo 2026. Salah satu musik diciptakan Sri Hanuraga terinspirasi oleh kolaborasinya dengan Ring of Fire dan Simone Prattico. Penampilan mereka sukses dapat aplaus dari penonton.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya