Viral Harimau di Semarang Zoo Mati Diduga karena Salah Anestesi

Seekor harimau putih di Semarang Zoo ditemukan mati diduga karena salah anestesi yang memicu abses dan infeksi di tubuh harimau.

oleh Tim RegionalDiterbitkan 25 Juli 2026, 11:24 WIB
Semarang Zoo atau Kebun Binatang Mangkang. (Liputan6.com/ Dok Ist)

Liputan6.com, Semarang - Seekor harimau putih koleksi Semarang Zoo atau Kebun Binatang (Bonbin) Mangkang, Kota Semarang, Jawa Tengah, ditemukan mati. Kabar tersebut menjadi viral usai diketahui hewan langka itu mati diduga karena kesalahan dalam proses anestesi yang memicu abses dan infeksi.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengaku kabar kematian harimau putih dari itu dari laporan pihak Semarang Zoo. Nantinya, pihaknya akan melakukan investigasi kematian harimau putih yang selama ini menjadi salah satu satwa favorit pengunjung.

"Sedih banget. Kami akan selidiki karena itu bagian kekayaan dari Semarang Zoo," kata Agustina di Semarang, Sabtu (25/7/2026).

Pihaknya akan mengusut dugaan kesalahan dalam prosedur anestesia terhadap satwa agar kejadian serupa tidak terulang.

"Kok bisa salah anestesi. Tentu akan kami usut penyebabnya supaya nanti bisa menjadi pelajaran baik bagi teman-teman yang bertugas untuk merawat binatang-binatang yang ada di Semarang Zoo," ujarnya.

Menurutnya, harimau putih merupakan daya tarik utama yang selalu ingin dilihat masyarakat saat berkunjung ke Semarang Zoo.

"Ini menjadi titik di mana teman-teman, masyarakat itu kalau ke Semarang Zoo pasti melihat harimau putih. Sedih banget ya," ungkapnya.

Meski demikian, Agustina mengaku belum menerima laporan lengkap mengenai penyebab pasti kematian harimau putih tersebut. Nantinya penyebab kematian bisa segera disampaikan kepada masyarakat.

"Detailnya saya belum mendapat laporan, tapi beberapa hari ini saya juga sedang meminta penjelasan dari teman-teman dari Semarang Zoo. Mudah-mudahan segera bisa kami sampaikan kepada publik penyebab kematian, mengapa dan bagaimana, dan ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua," pungkasnya.

Kontributor: Danny Adriadhi Utama

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya