Liputan6.com, Jakarta - Samsung Electronics mengumumkan bahwa Samsung Wallet akan segera mendukung stablecoin secara native. Pengumuman tersebut disampaikan dalam ajang Galaxy Unpacked yang digelar pada 22 Juli 2026 dan menjadi salah satu langkah terbesar perusahaan elektronik konsumen tersebut dalam mengadopsi pembayaran berbasis aset digital.
Manajer Produk Samsung Wallet, Lee Dinham, mengatakan aplikasi dompet digital milik Samsung akan mulai mendukung berbagai bentuk nilai digital, termasuk stablecoin.
Advertisement
"Samsung Wallet akan mengadopsi bentuk-bentuk baru nilai digital, termasuk stablecoin," ujar Lee Dinham dalam presentasi tersebut, dikutip dari CoinMarketCap, Minggu (26/7/2026).
Dengan langkah ini, Samsung menjadi salah satu produsen ponsel besar pertama yang menghadirkan dukungan stablecoin secara native pada perangkat smartphone.
Dalam presentasi di atas panggung, Samsung juga menampilkan ilustrasi Samsung Wallet yang menyimpan USDC milik Circle. Meski demikian, perusahaan belum mengumumkan USDC maupun stablecoin lainnya sebagai mitra resmi dalam peluncuran fitur tersebut.
Samsung juga belum mengungkapkan jadwal peluncuran, daftar stablecoin yang akan didukung, maupun rincian teknis implementasinya.
Ekspansi Samsung Tak Main-Main
Pengumuman dukungan stablecoin dilakukan bersamaan dengan peluncuran Samsung Galaxy Card, kartu kredit pertama Samsung yang diterbitkan oleh Barclays US Consumer Bank dan menggunakan jaringan pembayaran Visa.
Samsung Electronics America menjelaskan Galaxy Card dirancang untuk memberikan cashback atau imbalan tunai atas transaksi harian, termasuk tingkat imbalan yang lebih tinggi untuk pembelian produk Samsung.
Langkah menghadirkan stablecoin juga memperkuat ekspansi Samsung di sektor layanan keuangan digital.
Sebelumnya, pada 2025 Samsung menjalin kerja sama dengan Coinbase yang memungkinkan jutaan pengguna Galaxy di Amerika Serikat mengakses layanan aset kripto langsung melalui perangkat mereka.
Kolaborasi tersebut membuat Samsung Wallet berkembang dari sekadar aplikasi yang menyediakan akses ke aset kripto menjadi platform aset digital yang lebih lengkap.
Dengan hadirnya Galaxy Card dan dukungan stablecoin, Samsung menunjukkan ambisinya menjadikan Samsung Wallet sebagai pusat layanan keuangan digital yang menggabungkan pembayaran, program loyalitas, kartu digital, hingga aset kripto dalam satu aplikasi.
Fitur Pembayaran yang Bakal Hadir
Salah satu faktor yang membuat pengumuman ini menarik perhatian adalah skala pengguna Samsung. Berbeda dengan integrasi kripto pada umumnya, Samsung memiliki basis pengguna Galaxy yang mencapai ratusan juta perangkat di seluruh dunia.
Dalam presentasinya, Samsung menyebut dukungan stablecoin nantinya akan hadir berdampingan dengan fitur pembayaran tap-to-pay, boarding pass, kunci hotel digital, serta kartu loyalitas yang telah tersedia di Samsung Wallet.
Melalui kemitraan dengan Coinbase, Samsung Wallet juga telah menjangkau sekitar 75 juta pengguna Galaxy di Amerika Serikat.
Bagi industri aset digital, langkah Samsung dinilai berpotensi mempercepat adopsi stablecoin sebagai alat pembayaran. Pasalnya, ketika produsen smartphone sebesar Samsung menghadirkan stablecoin bersama fitur pembayaran sehari-hari, aset digital tersebut tidak lagi hanya dipandang sebagai produk kripto, tetapi mulai menjadi bagian dari fitur standar yang tersedia di ponsel.
Perkembangan ini juga terjadi di tengah pertumbuhan pasar stablecoin yang terus meningkat. Pada 2026, kapitalisasi pasar stablecoin secara global telah melampaui US$ 315 miliar, menunjukkan semakin besarnya peran aset digital tersebut dalam ekosistem pembayaran global.